Mission Indonesia

Sentuhan Tenun Nusantara Meriahkan Resepsi Hari Nasional Indonesia di Jenewa

September 15, 2010 Posted under  

 

“Dalam rangka memperingati HUT-RI ke-65 kami telah memutuskan untuk memilih ‘Tenun’ sebagai tema resepsi diplomatik tahun ini seraya  mempromosikannya kepada komunitas diplomatik dan masyarakat Swiss di Jenewa.” Demikian diungkapkan Lista Damayanti Djani pada malam resepsi diplomatik yang diselenggarakan oleh Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa pada hari Rabu, 15 September 2010.

Resepsi yang diselenggarakan setiap tahun ini telah menggelar eksibisi kain tenun dari berbagai daerah di Bumi Nusantara, seperti Songket Palembang, Tapis Lampung, Songket Bangka Belitung, Tenun Blongsong, Tenun Lombok, Tenun Bali, Ulos Mangiring, Ulos Ragidup, Tenun Timor, Tenun Atambua, Songket Padang, Tenun Sumba Barat, Tenun Troso,  dan Tenun Bentenan Minahasa. “Eksibisi tenun dari berbagai propinsi Indonesia ini melambangkan khazanah budaya bangsa yang beraneka ragam tapi satu, yaitu Bhinneka Tunggal Ika” ujar Lista Damayanti Djani. Selain tenun, turut tertata secara apik adalah sejumlah gerabah tradisional dan perhiasan Mutu Manikam dari Sumatera Barat.   

Tidak kalah meriahnya adalah sajian makanan tradisional Indonesia seperti Bakmie Goreng, Sate Ayam, Siomay Bandung, Lumpia Semarang dan Onde-onde yang turut meningkatkan pemahanan para tamu asing akan kekayaan kuliner Nusantara. Sajian makanan tersebut telah disajikan secara terpisah dalam gubuk-gubuk kayu Nusantara sehingga turut memperkaya nuansa Indonesia dalam Ball Room Hotel Inter Continental Geneva. 

Disaat menikmati sajian makanan Indonesia dan mengagumi Tenun Nusantara, para tamu asing juga dihibur oleh penampilan seni angklung Indonesia (traditional Indonesian bamboo music) yang dibawakan oleh sanggar seni “le Sangkuriang”. Sanggar ini telah memainkan lagu-lagu antara lain seperti O Sole Mio dan Manuk Dadali. Para tamu asing tampak bahagia dan terkesan dengan melodi angklung sembari terhanyut oleh harumnya bunga melati (jasmine aromatherapy) yang meliputi seluruh ruang resepsi.

“Resepsi diplomatik dalam rangka peringatan HUT-RI ke-65 malam ini kami sajikan secara 100% Indonesia.” Demikian diuangkapkan Dian Triansyah Djani, Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa dalam busana Teluk Belanga (traditional attire Teluk Belanga) saat menerima dan menjamu para tamu asing pada malam itu.

 

Jenewa, 15 September 2010