Mission Indonesia

Masyarakat Indonesia di Jenewa Meriahkan HU T-RI ke-65

August 18, 2010 Posted under  

 

“Perayaan Hari Ulang Tahun RI yang ke-65 kali ini di Jenewa meriah dan menyentuh, terbukti dengan tingginya partisipasi masyarakat Indonesia yang tinggal di Jenewa dan sekitarnya”. Demikian dikatakan Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa seusai memimpin Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 bertempat di halaman Perutusan Tetap RI di Jenewa.

Dengan mengusung tema: ”Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Sukseskan Reformasi Gelombang Kedua, Untuk Terwujudnya kehidupan Berbangsa yang Makin Sejahtera, Makin Demokratis dan Makin Berkeadilan,” rangkaian acara terdiri atas beberapa pokok kegiatan yakni: upacara bendera, acara syukuran/pemotongan tumpeng dilanjutkan ramah tamah. Dalam upacara bendera , seluruh peserta upacara juga telah secara khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengiringi Pengibaran bendera oleh Pasukan Pengibar Bendera, yang terdiri dari 6 (enam) siswa Indonesia yang tengah menjalankan studi di Jenewa dan terdiri dari  Muhammad Dwi Aditya Percaya dengan anggota Andityo Tripurto Erwidodo, Anjani Sekarsari Percaya, Naufal Ramadhan, Nipras Dwiki Kelana serta Donny Sutriesno.

Upacara pengibaran bendera di lengkapi pula dengan kelompok obade yang terdiri dari 20 (dua puluh) anak-anak berumur antara 5 hingga 10 tahun dengan memakai busana dari berbagai daerah di Indonesia seraya menyanyikan berbagai lagu nasional seperti Berkibarlah Benderaku , Hari Merdeka , Dari Sabang sampai Merauke.

Dalam kesempatan upacara yang berlangsung secara khidmat, Duta Besar Djani selaku Pembina Upacara menyampaikan ajakan bagi seluruh unsur masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas kemajuan-kemajuan yang telah kita capai sebagai bangsa. “Namun dalam rasa syukur, kita tidak boleh berpuas diri, karena bangsa kita masih menghadapi beragam tantangan kedepan, di antaranya ancaman terorisme; separatisme yang perlu disikapi secara hati-hati dan bijak; serta ancaman fundamentalisme agama yang membahayakan kesatuan dan keutuhan bangsa yang majemuk” demikian tegasnya.

Dubes Djani juga menekankan bahwa Indonesia akan tetap berjuang menciptakan dunia yang lebih sejahtera. Keanggotaan Indonesia di berbagai organisasi internasional akan terus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan memajukan kerjasama dan kesejahteraan. Dalam kaitan ini, sebagai salah satu garda terdepan diplomasi multilateral, PTRI Jenewa senantiasa dituntut untuk dapat memajukan serta melindungi kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional.

Peran aktif PTRI Jenewa di kurun tahun 2009-2010 ini, antara lain, terpilihnya Indonesia sebagai salah satu Ketua untuk agenda tertentu dan Koordinator G-21 di sidang Konferensi Perlucutan Senjata, serta menjadi Co-chair Standing Committee on Stockpile Destruction.

Di bidang perlindungan HAM, Indonesia telah berperan dan berkiprah sebagai anggota Dewan HAM periode 2007-2010, sekaligus sebagai Wakil Presiden Dewan HAM periode 2009-2010. Peran nyata penanganan HAM Indonesia di tingkat domestik dan regional telah membawa dampak positif terhadap peran Indonesia di forum HAM multilateral.

Di bidang kesehatan, menurut Dubes Djani, Indonesia telah mendorong terwujudnya mekanisme dan kerjasama kesehatan yang lebih adil dan berimbang dalam kerangka WHO dan menempatkan wakil-wakilnya dalam Executive Board WHO dan pakar kesehatannya dalam berbagai badan subsider di WHO. Indonesia juga berperan aktif dalam perundingan di WIPO untuk melindungi sumber-sumber daya genetika, pengetahuan tradisional dan Folklore  yang dimiliki negara berkembang dengan membentuk dan memotori Development Agenda Group (DAG).

Di bidang perdagangan dan pembangunan, Indonesia sebagai Presiden Komite Partisipan GSTP telah mendorong perundingan penurunan tariff perdagangan di antara negara berkembang dalam kerangka Global System of Trade Preferences among Developing Countries (GSTP). Indonesia juga terus dipercaya memimpin Kelompok 33 dalam perundingan pertanian di WTO, di samping menjadi Ketua Committee on Trade and Development WTO.

Di bidang lingkungan hidup, sebagai Presiden Konvensi Basel untuk periode 2008-2011, Indonesia mensponsori upaya perlindungan kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari dampak merugikan yang ditimbulkan oleh limbah berbahaya. Sebagai salah satu negara mega-biodiversity, Indonesia juga aktif dalam perlindungan satwa langka dalam kerangka CITES.

“Diplomasi multilateral Indonesia di Jenewa juga ditampilkan melalui berhasil terpilihnya Indonesia dan wakilnya pada berbagai for a internasional pada satu tahun terakhir ini, yang menunjukkan pengakuan masyarakat internasional atas komitmen Indonesia dalam penanganan dan penyelesaian isu-isu global” lanjut Dubes Djani.

Perayaan upacara HUT RI ke-65 ditutup dengan upacara penurunan bendera pada malam hari dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah secara sederhana bersama seluruh masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.

 

 

Jenewa, 18 Agustus 2010