Mission Indonesia

RI Himbau Negara Pihak Konvensi Ranjau Darat Anti-Personel Tuntaskan Penghancuran Ranjau

June 21, 2010 Posted under Disarmament 

 

Indonesia dan Bulgaria selaku co-chair untuk penghancuran ranjau darat anti-personel (RDAP) menghimbau negara pihak Konvensi (Negara Pihak Konvensi Ranjau Darat Anti-Personnel) RDAP untuk segera menuntaskan penghancuran ranjaunya. Himbauan tersebut disampaikan pada pertemuan Standing Committee Konvensi RDAP tanggal 21 Juni 2010.

“Penghancuran ranjau merupakan inti sekaligus salah satu tantangan terbesar dari Konvensi RDAP. Saat ini terdapat empat negara pihak yang telah melampaui batas waktu penghancuran ranjau seperti dimandatkan oleh Konvensi, terkait kendala teknis, finansial dan administrasi, yaitu Belarusia, Turki, Yunani dan Ukraina,” demikian disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, pada pertemuan tersebut.

Lebih lanjut Wakil Tetap RI  menyampaikan bahwa saat ini, lebih dari 80% negara di dunia tidak lagi memiliki RDAP, dan negara pihak Konvensi RDAP telah menghancurkan lebih dari 44 juta RDAP.

Pertemuan yang akan berlangsung sampai tanggal 25 Juni 2010 ini bertujuan mengukur kemajuan yang dicapai setelah Pertemuan ke-9 Negara Pihak Konvensi RDAP di Kartagena, Kolombia, pada bulan Desember 2009 yang menghasilkan Rencana Aksi Kartagena 2010-2014, dan mempersiapkan pertemuan ke-10 Negara Pihak Konvensi RDAP pada bulan Desember 2010.

Konvensi RDAP melarang penggunaan, penimbunan, produksi dan transfer RDAP, serta mewajibkan negara pihak untuk menghancurkan ranjau dan memberikan bantuan kepada korban ranjau. Konvensi tersebut disahkan pada 18 September 1997 dan mulai berlaku pada 1 Maret 1999. 156 negara telah menjadi pihak pada Konvensi tersebut. Indonesia menjadi negara pihak setelah meratifikasi Konvensi pada 16 Februari 2007. Upaya masyarakat internasional untuk mengakhiri penderitaan korban RDAP tersebut dituangkan ke dalam Rencana Aksi Nairobi 2005-2009 dan Cartagena 2010-2014.

Selain membahas penghancuran ranjau, pertemuan juga membahas status umum Konvensi, pembersihan ladang ranjau, pemberian pendidikan resiko ranjau dan teknologi terkait pembersihan ranjau, serta memfokuskan pada pemberian bantuan dan reintegrasi sosial-ekonomi korban ranjau.

Pertemuan dihadiri oleh lebih kurang 100 negara pihak konvensi pada tingkat pejabat tinggi pemerintah pusat, Duta Besar dan wakil dari perutusan tetap negara-negara pihak Konvensi RDAP di Jenewa. Pertemuan dipimpin oleh Presiden Pertemuan ke-9 Negara Pihak Konvensi RDAP, Duta Besar Susan Eckey dari Norwegia.