Mission Indonesia

Anak-anak Indonesia di Jenewa Merayakan Hari Anak Nasional 2010 dengan Bahagia

July 24, 2010 Posted under  

 

Dengan mata penuh binar, anak-anak menendang sang ‘jabulani’ ukuran mini. Sekalipun udara saat itu di bumi Swiss cukup panas, mereka tidak kelihatan lelah. Kemana bola berlari terus dikejar tanpa henti, dengan tawa dan keceriaan. Kendati sebagian besar tendangan masih belum terarah, anak-anak tetap terlihat puas karena setidaknya telah berhasil melepaskan tendangan.

Demikianlah suasana salah satu kegiatan pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2010 yang diselenggarakan Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa. Selain diadakan lomba sepakbola mini sebagaimana diilustrasikan di atas, acara peringatan HAN 2010 pada tanggal 24 Juli 2010 bagi masyarakat Jenewa dan sekitarnya tersebut juga diramaikan dengan lomba atau aneka permainan lain, seperti adu cepat lari antar balita (baby race), lomba baca puisi, dan lomba menggambar.

"Sebagai orangtua serta sahabat bagi anak-anak, saya berharap kalian untuk terus belajar dan berkreasi. Selain belajar dengan tekun di bangku sekolah seperti yang telah dijalani, kalian dapat juga meningkatkan kemampuan diri melalui olahraga dan permainan. Anak-anak Indonesia harus cerdas dan berprestasi serta sehat, jujur dan mempunyai sikap yang baik, " demikian ujar Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani saat membuka acara.

Berbagai pertanyaan pun meluncur dari sejumlah anak kepada Duta Besar Dian Triansyah Djani dan Ibu Yanti Djani. Ada yang menanyakan kiat agar tetap sehat, cara sukses belajar, atau bahkan bagaimana menyikapi teman yang nakal. Dubes Djani dan Ibu menanggapi berbagai pertanyaan tersebut dengan menceritakan pengalaman pribadi sampai anak-anak penanya terlihat puas.

Acara peringatan HAN 2010 PTRI Jenewa ini diakhiri dengan lomba ‘tradisional’ Indonesia: makan kerupuk. Dalam keriuhan tawa dan teriakan para pendukung, puluhan kerupuk yang disediakan  tandas dalam waktu sekejap. Dalam perjalanan pulang, wajah sejumlah anak terlihat merah dan berbalur keringat tanda kelelahan. Namun senyum mereka berpendaran tanpa henti. Anak-anak Indonesia tersebut terlihat bahagia.

 

Jenewa, 24 Juli 2010