Mission Indonesia

Ketua DPR-RI Berbagi Pengalaman Demokratisasi di Indonesia Dalam the Third World Conference of Speakers of Parliament

July 20, 2010 Posted under Human Rights and Humanitarian Issues 

 

”Sistem demokrasi harus dapat menjamin ”political dividends” dimana demokrasi menjamin manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan bangsa”. Demikian ditegaskan Ketua DPRI-RI, Marzuki Alie, di hadapan sidang The Third World Conference of Speakers of Parliament (WCSP) yang dihadiri sekitar 151 Ketua Parlemen dari 155 negara anggota International Parliamentary Union (IPU) pada hari Selasa, 20 Juli 2010 di Jenewa, Swiss. Marzuki Alie juga telah menyampaikan bahwa proses demokrasi di Indonesia bersifat partisipatif, inklusif, dialogis serta saling berbagi, dan menjamin democratic divident yang mengandung arti demokrasi yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

”Indonesia mendukung rancangan deklarasi berjudul Securing Global Democratic for the Common Good dalam upaya memperkuat peran dan pengaruh positif Parlemen dalam menanggapi berbagai perubahan global di bidang politik, ekonomi dan sosial” ujar Marzuki Alie seraya mengggarisbawahi dukungan penuh DPR-RI terhadap prakarsa untuk membahas peran parlemen dalam menjamin akuntabilitas demokrasi secara global, serta mendorong pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs).

Sidang Ketiga WCRC telah dibuka oleh Presiden IPU, Theo-Ben Gurirab dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada hari Senin, 19 Juli 2010. Dalam sambutan pembukaannya, Presiden IPU sampaikan bahwa target pencapaian MDGs pada tahun 2015 sedang mengalami hambatan karena berbagai tantangan global, antara lain ancaman terorisme, krisis keuangan, bencana alam, kejahatan terorganisir, dan lain-lain. Tantangan ini bukan hanya berdampak pada negara berkembang tetapi juga berdampak pada komitmen pihak donor terhadap pendorongan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam kaitan ini, diperlukan penguatan komitmen dan kerjasama parlemen seluruh dunia untuk mengatasi tantangan tersebut.

Sementara itu Sekjen PBB dalam pidatonya menekankan bahwa PBB membutuhkan kerjasama dengan Parlemen dalam empat aspek yaitu ratifikasi perjanjian dan komitmen pendanaan, memperkuat komitmen di bidang perubahan iklim, non-proliferasi nuklir, dan pembangunan ekonomi. IPU juga diharapkan dapat mengingatkan pemerintah masing-masing atas komitmen internasional yang telah disepakati.

Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, juga menekankan bahwa dalam konteks tatanan dunia internasional, perlu IPU perlu turut membantu merevitalisasi struktur PBB, khususnya Majelis Umum PBB dan reformasi Dewan Keamanan PBB agar badan dunia tersebut dapat menjadi lebih demokratis. Hal ini menurutnya dapat dilakukan melalui pengkajian ulang hak atas veto, memperbaiki metoda kerja dan memperluas keanggotaan Dewan Keamanan PBB atas dasar prinsip representasi sehingga dapat lebih mencerminkan tatanan geo-politis saat ini.

Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, yang turut mendampingi Delri, menyatakan bahwa Parlemen Indonesia telah berperan sentral dalam pembahasan isu politik, ekonomi, dan sosial budaya global dalam forum IPU. Dalam kaitan ini terdapat sinergi yang kuat antara berbagai badan legislatif untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan global, regional dan nasional.

Delri kali ini dipimpin oleh Ketua DPR-RI, Marzuki Alie dan didampingi oleh lima anggota BKSAP yakni Hidayat Nur Wahid, Dodi Reza Alex Noerdin, Nurhayati Ali Assegaf Evita Nursanty dan Ahmad Mumtaz Rais.Di sela-sela persidangan WCSP, Ketua DPR didampingi oleh 5 (lima) anggota Biro Kerjasama Antar Parlemen/BKSAP DPR-RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Belanda, Timor-Leste, Iran, Turki, Uni Emirat Arab, Sudan, Kuba dan Suriah. Khusus untuk pertemuan dengan Delegasi Iran dan Turki dimaksudkan untuk menindaklanjuti Damascus Declaration on Lifting the Unjust Blockade of Gaza yang telah disepakati dalam Sidang Parliamentary Union of Islamic Countries di Damaskus, Suriah pada awal bulan Juli 2010.

Delegasi RI juga telah melakukan dialog dalam acara tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya bertempat di Kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa pada hari Selasa, 20 Juli 2010. Turut hadir pula dalam acara tatap muka tersebut Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo. Pertemuan tersebut merupakan kesempatan baik bagi Delri untuk mendengarkan aspirasi dan persepsi masyarakat Indonesia di Swiss seputar perkembangan, capaian dan tantangan yang dihadapi badan legislatif di Indonesia.

Peran aktif Delegasi Indonesia telah ditunjukkan tidak hanya selama persidangan namun juga dalam kapasitasnya sebagai anggota Preparatory Committee yang memiliki tugas dan mandat untuk membahas persiapan penyelenggaraan sidang baik dari aspek substansi dan teknis. Delri juga turut berpartisipasi aktif dalam dua diskusi panel yang telah diselenggarakan dengan tema ”Countdown to 2015: Keeping our collective promise on the MDGs” dan ”Strenthening trust between parliament and the people”. 

Jenewa,  20 Juli 2010