Mission Indonesia

RI Dukung Upaya Atasi Kekerasan Bersenjata dalam Pencapaian MDGs

May 12, 2010 Posted under Disarmament 

 

“Indonesia menegaskan bahwa kekerasan bersenjata merupakan salah satu faktor penghambat pencapaian Millennium Development Goals (MDGs). Oleh karena itu upaya untuk mencegah dan meniadakan kekerasan bersenjata merupakan suatu keharusan.” Pernyataan tersebut disampaikan Letjen Bambang Darmono, Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), selaku Ketua Delegasi RI pada pertemuan Oslo Conference on Armed Violence : Achieving the Millennium Development Goals di Jenewa, tanggal 12 Mei 2010.

Lebih lanjut Letjen Bambang Darmono menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penyelesaian konflik merupakan tanggung jawab negara. Dalam kaitan ini, bantuan dari negara lain atau institusi internasional hanya dapat diberikan atas persetujuan negara terkait. Ditekankannya pula bahwa strategi pencegahan kekerasan bersenjata harus memperhatikan karakteristik negara terkait, termasuk kebutuhan lokal, pandangan dan masukan dari berbagai lapisan masyarakat, serta harus ditujukan juga untuk mengatasi akar permasalahan konflik.

Dalam konteks kerjasama internasional, Letjen Bambang Darmono menegaskan bahwa upaya untuk mencegah dan meniadakan kekerasan bersenjata tidak boleh digunakan sebagai prasyarat dalam pemberian bantuan pembangunan dan kerjasama internasional.

Konferensi Oslo ini bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen pencapaian tujuan pada Geneva Declaration on Armed Violence and Development (GDAVD) yang intinya berisi kesepakatan akan perlunya upaya bersama mencegah dan meniadakan kekerasan bersenjata guna peningkatan pembangunan. Pertemuan kali ini  diarahkan untuk membangun momentum guna memastikan bahwa komitmen terhadap pencegahan kekerasan bersenjata dibahas dalam Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai MDGs di New York pada bulan September 2010, serta terefleksikan pada strategi MDGs dan pembangunan hingga tahun 2015.

Pertemuan telah mengesahkan Oslo Commitments yang pada intinya berisi komitmen untuk mencapai pencegahan kekerasan bersenjata secara efektif, mendukung pencantuman pencegahan kekerasan bersenjata pada Dokumen Hasil Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai MDGs, memantau kasus dan dampak kekerasan bersenjata pada tingkat nasional,mengakui hak para korban kekerasan bersenjata, memperkuat potensi pembangunan guna mencegah dan meniadakan kekerasan bersenjata, serta meningkatkan kerjasama internasional, termasuk kerjasama Selatan-Selatan.

Konferensi Oslo telah dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Jonas Gahr Støre, dan diselenggarakan melalui kerjasama antara Kemlu Norwegia dan UNDP. Pertemuan dihadiri lebih dari 100 delegasi, yang terdiri dari tingkat Menteri, Wakil Menteri, pejabat tingkat tinggi dari Pusat, Duta Besar dan perwakilan dari perutusan tetap negara-negara di Jenewa yang mewakili 108 negara penandatangan GDAVD, serta sejumlah organisasi internasional dan LSM.