Mission Indonesia

UGM Dipercaya Menjadi Pelaksana WTO Chair Programme (WCP)

May 25, 2010 Posted under Trade/WTO 

 

Dalam acara peluncuran WTO Chair Programme (WCP) yang diselenggarakan di Markas Besar WTO, Jenewa tanggal 25 Mei 2010,  Dirjen WTO, Pascal  Lamy telah mengumumkan Universitas Gadjah Mada sebagai universitas pelaksana WCP. WCP adalah salah satu outreach yang dilakukan oleh WTO terhadap kalangan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan kapasitas akademis studi perdagangan internasional. Melalui program tersebut, selama empat tahun ke depan, UGM akan memperoleh bantuan teknis, baik dalam wujud pendanaan ataupun pengiriman pakar WTO untuk membantu mengembangkan kapasitas akademis dan riset yang terkait dengan perdagangan internasional. Terjadinya sinergi antara kalangan perguruan tinggi dengan pemerintah, diyakini oleh Dirjen WTO akan meningkatkan kemampuan suatu negara untuk berpartisipasi secara efektif dalam kegiatan perdagangan internasional.

Disamping itu, tercatat pula adanya 13 universitas lainnya di dunia yang mendapatkan kepercayaan serupa, antara lain University of Chile, Shanghai Institute of Foreign Trade - China, University of Nairobi –Kenya, the University of Jordan, Latin American Faculty of of Social Sciences – Argentina, St. Petersburg State University – Russia, Vietnam National University.

Riza Noer Arfani, selaku Chair Coordinator dari UGM, dalam paparannya menyampaikan kesiapan UGM, baik dari aspek infrastruktur akademik dan fisik untuk melaksanakan WCP. Beberapa tujuan yang akan dicapai oleh UGM adalah terbentuknya kurikulum pengajaran studi perdagangan internasional pada tingkat graduate, kegiatan penelitian dan pembuatan data seputar WTO dan perdagangan internasional serta terciptanya networking antara UGM dengan pemerintah ataupun UGM dengan lembaga sejenis, baik dalam maupun luar negeri.

 “Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bahwa Universitas kita telah diakui kredibilitasnya sebagai salah satu penerima program outreach yang dilakukan oleh WTO terhadap kalangan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan kapasitas akademis studi perdagangan internasional” demikian ujar Dian Triansyah Djani, Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa.

Terpilihnya UGM sebagai mitra WTO untuk melaksanakan WCP, juga akan menjadikan UGM sebagai salah satu mitra pemerintah dalam membangun pemahaman dan kesadaraan publik mengenai pentingnya kegiatan perdagangan internasional sebagai sumber pertumbuhan dan pemerataan pembangunan nasional. Tersedianya kapasitas riset yang handal dan sumber daya manusia yang memahami isu perdagangan internasional diharapkan akan berkontribusi besar pada kesiapan Indonesia dalam melakukan perundingan dan memanfaatkan kegiatan perdagangan internasional.

Sebagai salah satu negara berkembang Anggota WTO, Indonesia telah banyak memanfaatkan berbagai bantuan teknis yang disediakan oleh WTO. Bantuan teknis yang diterima oleh Pemerintah Indonesia selama ini lebih diarahkan untuk meningkatkan kapasitas para pejabat Pemerintah RI dalam memahami dan menangani berbagai isu  perdagangan internasional.

Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI untuk WTO di Jenewa, Erwidodo yang juga hadir dalam acara peluncuran WCP, menyatakan bahwa terpilihnya UGM sebagai salah satu penerima WCP adalah suatu prestasi yang membanggakan. UGM bersama dengan 13 universitas lainnya berhasil menyisihkan 70 universitas lainnya yang mengikuti proses seleksi. UGM dinilai oleh WTO dan WCP Advisory Board (yang terdiri dari akademisi berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia) mempunyai kemampuan dalam membangun networking dan mengembangkan suatu center of excellence dalam studi perdagangan internasional di Indonesia.

Dengan kepercayaan yang diberikan oleh WTO kepada UGM di atas, tentunya akan lebih membuat isu-isu perdagangan internasional dipahami tidak terbatas hanya oleh kalangan pemerintah saja, namun juga oleh berbagai pemangku kepentingan secara luas.

 

Jenewa, 25 May 2010