Mission Indonesia

Pengalaman Indonesia Mengelola Keamanan Biologi Menjadi Rujukan Internasional

April 09, 2010 Posted under Health and Labour Issues Human Rights and Humanitarian Issues 

 

Pengalaman Indonesia mengelola keamanan biologi (biosecurity) telah dijadikan salah satu rujukan komunitas pakar internasional. Pakar biologi molekuler Indonesia dari Lembaga Eikjman, Dr. Herawati Sudoyo, adalah salah satu panelis dalam lokakarya internasional bertajuk “The Global Challenge of Biological Controls” di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, 8 - 9 April 2010. Bersama pakar dari sejumlah negara seperti AS, Inggris, Jerman dan Argentina, Herawati menyampaikan presentasi berjudul “Indonesia and the Global Challenge of Biological Controls”.

“Tidak saja hal itu merupakan pengakuan komunitas internasional terhadap keahlian pakar Indonesia di bidang keamanan biologi, namun sekaligus menjadi sarana diseminasi mengenai upaya dan capaian Indonesia di bidang tersebut” demikian  ujar Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani Dubes Djani seraya memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi Dr. Herawati dalam lokakarya internasional. Duta Besar Djani juga mengharapkan agar kiprah Dr. Herawati di Kantor PBB Jenewa ini dapat menjadi stimulus bagi pakar Indonesia lainnya untuk terus berkiprah di fora internasional.

Dalam presentasinya, Dr. Herawati menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan keamanan biologi yang kompleks. Salah satu tantangan terbesar adalah pengelolaan penyakit tropis, khususnya yang dipengaruhi oleh latar belakang genetik yang berasal dari migrasi penduduk di kawasan.

Herawati menambahkan bahwa pengelolaan penyakit tropis di Indonesia tidaklah sederhana sehingga memerlukan pengawasan dan kajian fundamental yang kuat. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai peran yang sangat besar, khususnya dalam kesiapan menghadapi pandemi.

Ditambahkan pula bahwa Indonesia terus mengembangkan sektor bioscience di tengah-tengah tantangan penyebaran berbagai penyakit menular. Dengan meningkatnya jumlah kasus flu burung dan pendirian sejumlah laboratorium keselamatan biologi di Indonesia, semakin tinggi pula kesadaran publik dan komunitas ilmiah atas resiko biologis pathogen.

Menurut Dr. Herawati, upaya mengelola keamanan biologi di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara. Selain dengan memberikan regulasi atas berbagai isu terkait, Indonesia melalui Asosiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) tengah mengembangkan Code of Conduct nasional mengenai keamanan biologi. Code of Conduct tersebut meliputi sejumlah program, seperti peningkatan pemahaman, penelitian, pengawasan, dan kebijakan terkait lainnya.

Lokakarya ini diselenggarakan oleh United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR) dan Universitas Bath, Inggris. Lokakarya  secara umum menyepakati bahwa terdapat perbedaan antar negara dalam pengelolaan keamanan biologi sehingga tidak bisa ada pendekatan seragam. Faktor budaya dan kesiapan setiap negara perlu dipertimbangkan. Lokakarya sepakat untuk melakukan sejumlah rangkaian pertemuan lanjutan dimana Indonesia kemungkinan akan menjadi salah satu tuan rumah.  
 

Jenewa, 9 April 2010