Mission Indonesia

Prof. DR. Anna Alisjahbana Raih Penghargaan WomenChangeMakers

May 21, 2010 Posted under Health and Labour Issues 

 

“Upaya menyelamatkan bayi Indonesia akan jamin masa depan bangsa”, tegas Prof (Em) DR. Anna Alisjahbana, dr. Sp.A, dalam Lokakarya Smiling Children Foundation’s WomenChangeMakers, yang diadakan di Jenewa, 17 – 19 Mei 2010.   Lokakarya tersebut juga telah menampilkan para agent of change yang dinilai berhasil dan berdedikasi dalam membawa kemajuan dan perubahan di masyarakat, khususnya untuk pemberdayaan perempuan dan pembangunan masyarakat. Selain Dr. Alisjahbana, Ms. Josephine Nzerem dari Nigeria dan Ms. Chetna Gala Sinha dari India hadir dalam lokakarya dan mendapat penghargaan serupa.

WomenChangeMakers merupakan salah satu program fellowship dari Smiling Children Foundation yang bergerak di bidang social entrepreneurship, yang mengumpulkan para profesional dan pekerja sosial yang berdedikasi tinggi dalam menggerakkan perubahan dan perbaikan di komunitasnya.

Dr. Alisjahbana memiliki komitmen tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan anak, khususnya anak-anak yang menghadapi masalah perkembangan kesehatan, maupun kesehatan ibu hamil. Peran dan kontribusi aktif inilah yang mengantarkan Dr. Alisjahbana menjadi salah satu sosok WomenChangeMakers, penerima Ashoka Award. Ashoka Awards sendiri merupakan penghargaan yang diberikan melalui seleksi ketat kepada mereka yang dianggap berjasa besar dalam membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani, menyampaikan apresiasi terhadap raihan Dr. Alisjahbana, dan menekankan bahwa berbagai upaya yang dilakukan melalui yayasan Surya Kanti sangat bermanfaat dalam menawarkan berbagai solusi pragmatis maupun kebijakan guna  meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia, khususnya sejak di kandungan hingga usia 6 tahun.  Selain itu, Dr. Alisjahbana berjasa besar dalam melatih dan memajukan kualitas serta keahlian lebih dari 10.000 bidan, sehingga 15.000 bayi di Indonesia berhasil diselamatkan setiap tahunnya.

Dr. Alisjahbana mendapat gelar dokter dari Universitas Indonesia tahun 1962 dan melanjutkan pendidikan S3 di bidang perinatal epidemiology di Universitas Erasmus, Belanda. Posisi yang pernah dijabat antara lain adalah Direktur WHO Collaborative Center for Perinatal Health di Bandung, konsultan untuk UNICEF dan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional. Hingga saat ini, Dr. Alisjahbana aktif dalam berbagai kegaiatan sosial yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan ibu hamil serta anak usia dini melalui Yayasan Surya Kanti dan Frontiers for Health