Mission Indonesia

Indonesia Presiden Bazaar PBB di Jenewa: Promosikan Makanan dan Kerajinan Tangan Tradisional

November 22, 2011 Posted under Special Events 

 

"Indonesia pertama kali dalam sejarah menjabat Presiden United Nations Women’s Guild (UNWG) Bazaar" demikian diutarakan Lista Damayanti Djani yang menjabat sebagai Presiden bazaar yang disponsori oleh United Nations Women’s Guild untuk tahun 2011, suatu organisasi nirlaba yang bertujuan untuk menghimpun dana bagi anak-anak kurang mampu di berbagai belahan dunia.

Bazaar tahunan yang diselenggarakan di gedung Palais des Nations, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa pada tanggal 22 November 2011 dibuka dengan pengguntingan pita dan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal UN Office in Geneva (UNOG) yang juga mantan Perdana Menteri Kazakhstan, Mr. Kassym-Jomart Tokayev, bersama Lista Damayanti Djani selaku Presiden Bazaar UNWG 2011. Bazaar yang bertemakan "Meskipun Jauh, Namun Anda Selalu Dekat di Hati (Although Far, You Are Always in Our Heart)", dimulai dengan Tari Merak yang dibawakan Pudji Vuagniaux berbusana tari tradisional Indonesia dengan iringan musik gamelan, yang memukau hadirin dari kalangan diplomatik dan masyarakat Jenewa.

Presiden Bazaar dalam sambutannya secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Garuda Indonesia dan kantor PTRI Jenewa yang menyediakan salah satu hadiah Doorprize/undian utama dari 200 hadiah yang disediakan bagi pemenang lotere, yaitu tiket pesawat tujuan Jenewa-Amsterdam-Jenewa dan Amsterdam-Denpasar-Amsterdam. "Kerjasama erat antara PTRI Jenewa dan Garuda Indonesia, melalui bazaar ini, merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan Garuda Indonesia dan mensosialisasikan beroperasinya kembali penerbangan Garuda Indonesia ke benua Eropa", tegas Dian Triansyah Djani, Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa.

Dalam penyelenggaraannya, Gedung PBB, Palais des Nations, tampil beda dengan aneka dekorasi dari 112 anjungan kerajinan dan makanan khas dari berbagai negara anggota PBB. "Anjungan makanan dan kerajinan Indonesia yang dihias dan diawaki Dharma Wanita Persatuan PTRI dan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI), yang memadukan keanggunan batik dan tenun Indonesia dengan berbagai kerajinan tangan Nusantara, tampak memukau dan mencuri perhatian pengunjung" ujar Lista Djani.

Besarnya animo pengunjung terhadap stand Indonesia antara lain nampak dari terjualnya lebih dari 300 porsi sate ayam, bihun goreng dan bakwan, hanya dalam waktu kurang dari tiga jam sejak stand "Kampoeng Indonesia" dibuka. Para pengunjung stand yang terdiri dari kalangan diplomat dan usahawan terkemuka Jenewa menyatakan kekagumannya atas otentisitas dan keunikan seni budaya Indonesia, baik dalam bidang seni kuliner, maupun kerajinan tangan, ukiran, dan batik tulis. Salah-seorang pengunjung stand asal Italia yang berdomisili di Jenewa menyatakan, "bakwan goreng ini nostalgia yang mengingatkan saya akan Jakarta, kota kelahiran saya dulu. Saya tambah pesan lagi", ujarnya dalam bahasa Indonesia yang lancar dengan sentuhan aksen Italia.

Bazaar UNWG tersebut dihadiri lebih dari 6000 pengunjung dari kalangan diplomatik, pengusaha maupun masyarakat Kota Jenewa. Kegiatan amal ini merupakan kolaborasi antara organisasi wanita UN Women's Guild, kantor PBB di Jenewa, 85 perwakilan misi diplomatik di PBB, perusahaan-perusahaan ternama serta Pemda Kota Jenewa. Dana yang dihimpun dari kegiatan serupa tahun lalu bernilai 300.000 Swiss Franc dan telah disalurkan ke 46 proyek di 67 negara. Pada tahun 2011, Indonesia mendapatkan bantuan dana untuk proyek "Klinik Sehat" yang memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi anak-anak dan ibu dari keluarga miskin senilai lebih dari Rp. 65 juta.

Jenewa, 22 November 2011