Mission Indonesia

Menkes RI Tegaskan bahwa Kesehatan Merupakan Kewajiban Moral dan Investasi Masa Depan  

May 18, 2010 Posted under Health and Labour Issues 

 

“Bagi Indonesia, upaya-upaya untuk mencapai Sasaran-sasaran Pembangunan  Milenium, merupakan suatu kewajiban moral dan investasi masa depan (Health is a moral obligation and investment), tegas Menteri Kesehatan RI, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, dalam pidatonya di perdebatan umum Sesi ke-63 World Health Assembly (WHA) pada tanggal 17 Mei 2010 di Jenewa – Swiss. Kewajiban moral tersebut bukan semata untuk memenuhi kewajiban internasional tapi justru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada sesi debat umum WHA ke-63 yang bertema “Health-Related Millennium Declaration Goals (MDGs)” itu, Menteri Kesehatan menyatakan pemenuhan target di bidang kesehatan yaitu kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS, memiliki peran strategis bagi pencapaian keseluruhan target MDGs.

Menjelang tenggat waktu pencapaian MDG pada tahun 2015 sangatlah menentukan bagi tercapainya target MDGs dimaksud. Untuk itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya mencapai target MDGs. Kerjasama internasional dalam hal ini mempunyai arti strategis. Untuk itu prinsip “Health is an investment, not a cost!” harus ditegakkan, demikian dinyatakan Menteri Kesehatan RI.

Pada tanggal 17 Mei 2010, Menkes RI secara khusus juga telah diminta untuk menjabat sebagai wakil Executive Board pada Sidang Komite A yang membahas Pandemic Influenza Preparedness, Implementation of International Health Regulations, Food Safety, Blood Products, Counterfeit  Medical Products, dan isu-isu teknis kesehatan lainnya. Pada pertemuan Komite A WHA tersebut, telah disepakati rancangan resolusi atas inisiatif Indonesia mengenai Pandemic Influenza Preparedness (PIP), yang menyetujui dilanjutkannya negosiasi PIP Framework bagisharing of virus of influenza and access to vaccines and other benefit. Hal ini merupakan kelanjutan keberhasilan Indonesia dan beberapa negara yang tergabung dalam like-minded countries dalam menciptakan mutual trust di antara negara-negara kunci bagi pentingnya pengaturan virus sharing dan benefits sharing yang adil, transparan, dan setara.

Sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Tetap PTRI Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani, profil diplomasi Indonesia di bidang kesehatan telah mendapat apresiasi dari negara berkembang lainnya mengingat kemajuan yang dicapai Indonesia di bidang kesehatan maupun komitmen dalam mendorong kerjasama internasional yang adil dan berimbang di bidang kesehatan publik global. Dalam kaitan ini, Menkes RI telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan penting seperti Pertemuan Menteri Kesehatan GNB, Pertemuan antara Menkes AS dan para Menkes OKI yang membahas penghapusan penyakit polio dan peningkatan kesehatan reproduksi, dan berbagai pertemuan side events lainnya.  

Pada tanggal 18 Mei 2010, Menteri Kesehatan RI juga telah memimpin pertemuan Foreign Policy and Global Health Initiative yang terdiri dari Brazil, Indonesia, Perancis, Norwegia, Thailand, Afrika Selatan, dan Senegal. Pada kesempatan ini, telah disepakati pula Pernyataan Bersama (Joint Communique) yang menegaskan pentingnya peran pengelolaan kesehatan dalam mempercepat pencapaian isu-isu kesehatan dalam MDGs khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS.

Di sela-sela Sidang WHA ke-63 Menkes telah bertemu dengan menteri kesehatan dari Mesir, Saudi Arabia, Timor Leste, Sudan dan telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan the Global Fund, khususnya dalam rangka meningkatkan dukungan internasional dalam memerangi HIV/AIDS, tuberculosis, dan malaria di Indonesia.

Sidang ke-63 WHA, yang berlangsung di Jenewa tanggal 17 – 22 Mei 2010, merupakan pertemuan anggota WHA tahunan yang dihadiri oleh para menteri kesehatan negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pertemuan telah dihadiri oleh delegasi yang dipimpin oleh 134 menteri kesehatan dari 197 negara, dan dipimpin oleh Menkes Tunisia, Mr. Mundher A. Zenadi.