Mission Indonesia

Agriculture Week

April 17, 2012 Posted under Trade/WTO 

 

Agriculture Week

“Agriculture Week” telah dilaksanakan pada tanggal 20-29 Maret 2012 di WTO, Jenewa. Agriculture Week tersebut mencakup pertemuan dan konsultasi informal, pertemuan Committee on Agriculture (Regular), Committee on Agriculture Special Session (COASS) dan pertemuan Committee on Sanitary and Phytosanitary Measures (Com on SPS).

Dalam Agriculture Week, negara anggota WTO telah melakukan review atas implementasi berbagai komitmen pengurangan subsidi domestik, akses pasar dan subsidi ekspor di Putaran Uruguay. Pertemuan juga melakukan review atas berbagai kebijakan perdagangan pertanian terkait kebijakan tariff maupun non tarif (standar penerapan kesehatan tanaman, hewan dan manusia) yang berdampak terhadap lalulintas perdagangan produk pertanian.

Beberapa negara telah mengangkat isu terkait rencana Pemerintah Indonesia membatasi pintu masuk impor produk hortikultura ke Indonesia yang dikhawatirkan akan mengurangi volume impor dari negara anggota WTO lainnya. Beberapa negara juga telah menanyakan  kebijakan impor hewan dan produk hewan ke Indonesia. Delri selama pertemuan menekankan bahwa pembatasan pintu masuk (entry point) fresh and processed fruit and vegetables tersebut ditujukan untuk menanggulangi masuknya Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, seiiring dengan meningkatkan impor buah-buahan dan sayuran.

Pembatasan entry point diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan tanaman pertanian Indonesia. Pemerintah Indonesia merencanakan hanya akan membuka 4 (empat) pintu masuk yaitu Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Bandar Udara Soekarno Hatta (Jakarta) serta 3 (tiga) pelabuhan bebas di Kawasan Perdagangan bebas Batam, Bintan dan Tanjung Balai, Karimun efektif mulai 19 Juni 2012.

Terkait dengan kelanjutan Perundingan Sektor Petanian di Putaran Doha, Pertemuan COASS membahas upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk memulai kembali perundingan sektor pertanian Putaran Doha. Semua delegasi sepakat mengenai perlunya melakukan direct contact secara lebih intensif guna menjajaki pembahasan isu-isu krusial dalam perundingan pertanian (khususnya isu akses pasar dan subsidi domestik). Ketua COASS juga  akan melakukan intensifikasi konsultasi dengan semua anggota untuk menyusun work plan kelanjutan perundingan sektor pertanian ke depan. Indonesia selaku Koordinator G-33 senantiasa aktif dalam menyampaikan pandangan dan posisi G-33 dalam pertemuan, guna mengamankan kepentingan petani, ketahanan pangan dan npembangunan pedesaan di tanah air. (rjm)