Mission Indonesia

INDONESIA SERUKAN REFORMASI TATA KELOLA EKONOMI GLOBAL PADA KONFERENSI UNCTAD XIII

April 23, 2012 Posted under Economy, Development and Environment 

 

INDONESIA SERUKAN REFORMASI TATA KELOLA EKONOMI GLOBAL PADA KONFERENSI UNCTAD XIII

 

“Masyarakat internasional dituntut untuk membangun tata kelola perekonomian global yang terbuka, adil, serta mendorong kemakmuran seluruh rakyat baik di negara maju dan di negara berkembang”. Demikian pesan Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, dalam kesempatan Debat Umum pada Konferensi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD XIII), di Doha, Qatar, tanggal 22 April 2012.

Lebih lanjut Dubes Djani juga menekankan bahwa tantangan global saat ini seperti krisis keuangan global, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, serta fluktuasi harga komoditas yang saling terkait harus diselesaikan melalui kemitraan global yang koheren dan solid, khususnya untuk  pencapaian target MDGs secara optimal pada tahun 2015. Hal ini sejalan dengan tema utama UNCTAD XIII yang menitikberatkan pada proses globalisasi yang berorientasi pada pembangunan, terutama untuk menyambut hari jadi UNCTAD ke 50 pada tahun 2014.

Indonesia juga menekankan pentingnya UNCTAD membuat program-program kerja yang mendorong proses pembangunan  yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu UNCTAD juga harus memainkan peran aktif dalam proses reformasi tata kelola ekonomi global, utamanya penciptaan sistem perdagangan internasional yang dapat menjamin keterlibatan yang lebih luas dari negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan.

Guna pencapaian tujuan tersebut, Indonesia mengharapkan agar UNCTAD dapat mendorong sekaligus mengawal penguatan kerjasama Utara-Selatan, Selatan-Selatan, serta triangular cooperation yang bersifat saling melengkapi. Lebih lanjut, Indonesia menekankan agar negara anggota UNCTAD dapat menunjukkan tanggung jawab dan komitmen politiknya terhadap agenda-agenda pembangunan global untuk mempersempit kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang. 

Pada kesempatan tersebut, Dubes Djani menjelaskan keberhasilan Indonesia keluar dari krisis keuangan pada tahun 1998 melalui pemberlakuan strategi pembangunan nasional pro-job, pro-poor, pro-growth, pro-environment yang terbukti efektif membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki perekonomian stabil, bahkan ketika menghadapi krisis keuangan global tahun 2008. Keberhasilan Indonesia ini mendapat pengakuan masyarakat internasional yang tercermin dari keanggotaan Indonesia dalam forum G-20. 

UNCTAD merupakan badan PBB yang didirikan tahun 1964 dan memiliki mandat untuk mendorong integrasi negara berkembang ke dalam perekonomian dunia melalui penciptaan tata ekonomi dan perdagangan dunia yang mendukung. Konferensi Tingkat Menteri UNCTAD ke-13 di Doha, tanggal 21-26 April 2012 bertemakan “Development-Centred Globalization: Towards Inclusive and Sustainable Growth and Development”. Pada partisipasinya dalam UNCTAD XIII, Indonesia bertindak sebagai Ketua Kelompok G77 dan China untuk tahun 2012.