Mission Indonesia

Menlu di Doha: Dunia Harus Beri Peluang Negara Berkembang

April 21, 2012 Posted under Economy, Development and Environment 

 

Menlu di Doha: Dunia Harus Beri Peluang Negara Berkembang

Sabtu, 21 April 2012

Arsitektur keuangan global harus memberikan kesempatan dan peran bagi negara berkembang untuk berkontribusi. Memang, pertumbuhan ekonomi dunia mulai banyak didorong oleh negara berkembang. Namun, hal ini tidak lantas menjadikan negara-negara berkembang berpuas diri.
 
Banyak rakyat di negara-negara berkembang yang masih belum merasakan arti kemakmuran. Demikian pula, masih terjadi perbedaan tingkat pembangunan di negara berkembang di dunia.
 
Menlu Marty M. Natalegawa mengungkapkan hal ini di Doha, Qatar (21/4/2012).
 
Marty melanjutkan bahwa menyikapi perkembangan itu, perundingan Doha Round harus segera diselesaikan.
 
“Hal ini penting untuk dapat memastikan adanya sistem perdagangan dunia yang adil, trasparan dan terbuka,” tambahnya.
 
Digarisbawahi, tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang dewasa ini sangat kompleks. Pendekatan yang mengedepankan pertentangan tidak lagi dapat menyelesaikan tantangan global dewasa ini.
 
“Diperlukan pendekatan kemitraan untuk dapat mencapai kemakmuran bersama,” tegas Marty.
 
Menlu RI tengah melakukan kunjungan di Qatar. Sebagai Ketua Kelompok 77 dan China, hari ini (21/4) Menlu RI memimpin pertemuan tingkat Menteri di sela-sela Sidang United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) ke-13 di Doha, Qatar.
 
Pertemuan tingkat Menteri Kelompok 77 dan China tersebut bertujuan mempersiapkan posisi dan kepentingan bersama negara berkembang dalam menghadapi pertemuan UNCTAD ke-13 di Doha, 21-26 April 2012.
 
Sebanyak 132 wakil negara-negara berkembang yang hadir pada pertemuan itu berhasil menyepakati sebuah deklarasi yang mencerminkan kepentingan utama negara berkembang dalam menghadapi era globalisasi dewasa ini.
 
Deklarasi ini akan menjadi rujukan bagi proses perundingan kelompok negara berkembang ini dalam pertemuan UNCTAD ke-13.
 
Pertemuan tingkat Menteri Kelompok 77 dan China secara rutin digelar tiap 4 tahun sekali. Kali ini, pertemuan digelar di tengah-tengah situasi perekonomian global mengalami kesulitan sebagai dampak krisis ekonomi global dan krisis keuangan di Zona Eropa.
 
Sementara itu, pertemuan UNCTAD ke-13 yang berlangsung hingga lima hari ke depan, diharapkan dapat menghasilkan komitmen dan konsensus baru mengenai upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat, adil dan berkesinambungan di era globalisasi dewasa ini.
 
Tema yang diambil adalah “Development-centered globalization: Towards inclusive and sustainable growth and development”.
 
UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) merupakan badan PBB yang didirikan tahun 1964. Mandat organisasi ini adalah untuk mendorong integrasi negara berkembang ke dalam perekonomian dunia melalui penciptaan tata ekonomi dan perdagangan dunia yang mendukung. (sumber: BAM/ed. PLE/Yo2k)