Mission Indonesia

YAYASAN SYAMSI DHUHA DARI INDONESIA MENDAPAT PENGHARGAAN PRESTIJIUS "SASAKAWA HEALTH PRIZE" DI SIDANG ORGANISASI KESEHATAN DUNIA (WHO)

May 25, 2012 Posted under Health and Labour Issues 

 

 YAYASAN SYAMSI DHUHA DARI INDONESIA MENDAPAT PENGHARGAAN PRESTIJIUS "SASAKAWA HEALTH PRIZE" DI SIDANG ORGANISASI KESEHATAN DUNIA (WHO)

 

Harumnya nama bangsa telah bergema di Assembly Hall Markas Perserikatan bangsa-Bangsa di Jenewa saat Yayasan Syamsi Dhuha (Syamsi Dhuha Foundation/SDF) dari Indonesia menerima penghargaan Sasakawa Health Prize 2012 yang diserahkan oleh Presiden Sidang WHA ke-65, Prof. Therese N’Dri Yoman dan disaksikan Dirjen WHO (World Health Organization) Dr. Margaret Chan pada tanggal 24 Mei 2012. Yayasan Syamsi Dhuha dipilih dan dianugerahi Sasakawa Health Prize 2012 sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada Yayasan yang telah menunjukkan komitmennya yang terus menerus dalam merintih berbagai inovasi dan kegiatan serta menggugah perhatian Pemerintah dan masyarakat terhadap penanganan penyakit Lupus di tanah air.

Para delegasi negara-negara anggota WHO yang menyaksikan penganugerahan tersebut nampak tersentuh dan terharu, saat pendiri sekaligus Ketua Yayasan, Ibu Dian Syarif diberikan kesempatan menyampaikan pidato penerimaan dalam bahasa Inggris dari atas Podium Assembly Hall gedung PBB tersebut. Terungkap pesan yang sangat menggugah dalam pidatonya, bahwa perjuangan para penderita Lupus untuk bertahan dan bangkit dari deraan dampak penyakit tersebut merupakan ujian yang sangat berat, namun telah mendorong penderitanya untuk  lebih mensyukuri kehidupan.

Sasakawa Awards diberikan sejak tahun 1984 atas inisiatif Mr. Ryoichi Sasakawa dari Jepang yang ditujukan kepada institusi, individu, LSM ataupun badan lainnya yang telah mengembangkan inovasi dalam bidang pemajuan kesehatan. Individu dan lembaga masyarakat Indonesia yang sebelum ini pernah menerima penghargaan tersebut antara lain adalah organisasi PKK (Pengembangan Kesejahteraan Keluarga)  pada tahun 1988 dan dr. Handojo Tjandrakusuma pda tahun 1992.

Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, yang hadir dan secara khusus juga telah menyampaikan ucapan selamat kepada co-founder Yayasan, Ibu Dian Syarief dan Bp. Eko Pratomo, menyampaikan penghargaan atas pencapaian Yayasan Syamsi Dhuha, yang dinilai merupakan bentuk sumbangsih mereka terhadap kemanusiaan dan harumnya nama bangsa. Prestasi yang dicapai Ibu Dian dan Bpk Eko dengan Yayasannya telah membantu upaya diplomasi kemanusiaan Indonesia di forum internasional.

SDF yang berdiri tahun 2003, telah berjasa dalam memperjuangan penanganan penyakit Lupus melalui, program Care for Lupus, dan memberikan dukungan kepada para ODAPUS (orang dengan lupus); menciptakan program Care for Low Vision yaitu perbantuan untuk penyandang kekurangan penglihatan; beberapa kegiatan kemasyarakatan lainnya, seperti penyediaan fasilitas pengobatan dan kesehatan, edukasi kesehatan, kegiatan-kegiatan pemahaman terhadap agama antara lain, penggalangan dana zakat, infak dan sadaqah.

Pada upacara penganugerahan pada Sidang ke-65 WHA tersebut, juga telah diberikan sejumlah penghargaan (health prize) lainnya antara lain kepada individu  dan lembaga dari Philipina, Turki, New Zealand, China, dan Sudan.

                                                                                                                                  Jenewa, 24 Mei 2012