Mission Indonesia

Pesona Batik Pesisir dan Tarian Budaya Indonesia Pukau Komunitas Diplomatik di Jenewa

September 11, 2012 Posted under Special Events 

 

Pesona Batik Pesisir dan Tarian Budaya Indonesia

Pukau Komunitas Diplomatik di Jenewa


Melengkapi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67, Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, Swiss, telah menyelenggarakan Resepsi Diplomatik pada Selasa malam, 11 September 2012. Suasana lingkungan diplomatik semakin terasa mengingat Jenewa sebagai kota tempat berbagai organisasi internasional, termasuk the United Nations Office of Geneva (UNOG) yang merupakan pusat diplomasi multilateral yang sangat aktif.  Duta Besar Edi Yusup, selaku Kuasa Usaha ad interim (KUAI) PTRI Jenewa dan Duta Besar Erwidodo beserta istri menjadi Tuan Rumah acara tersebut.

“Selain untuk semakin mempererat kerjasama dengan kalangan diplomatik di Jenewa, Resepsi diplomatik kali ini ini dikemas sebagai salah salah satu bentuk promosi kekayaan warisan budaya kita, serta pembinaan masyarakat Indonesia di Jenewa” ungkap Duta Besar Edi Yusup berkenaan dengan Resepsi Diplomatik tersebut di sela-sela menerima ucapan selamat dari para kolega diplomatik yang hadir petang itu.

Ruang Resepsi Diplomatik ini dipenuhi oleh lebih dari  300 tamu undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik perutusan tetap berbagai negara di Jenewa termasuk para duta besar/wakil tetap negara-negara kunci, wakil pemerintah daerah/kanton Jenewa, tokoh masyarakat Indonesia di Jenewa, pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO) dan organisasi internasional lainnya. Dari kalangan organisasi internasional, William Lacy Swing, Direktur Jenderal International Organization for Migration (IOM), juga nampak di antara para undangan.

Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan di akhir musim panas kali ini bertemakan Pesona Batik Pesisir yang memiliki corak dan warna yang cerah khas musim panas dan identik dengan keterbukaan, keramahan, keluwesan, kedinamisan, dan optimisme. Selain itu juga dipamerkan beberapa alat pembuatan batik, seperti canting, cap dan malam, untuk memperkenalkan cara tradisional pembuatan batik di Indonesia yang telah tercatat pada UNESCO sebagai salah satu warisan budaya takbenda umat manusia (intangible cultural heritage of humanity).

Selain menyaksikan pameran produk batik pesisir, para undangan juga menikmati persembahan seni tari berupa Tari Panyembrana, Tari Wira Pertiwi, Tari Cendrawasih, dan rangkaian Tari Rantak, Incling Janget, dan Bajidor Kahot oleh beberapa orang warga negara Indonesia. Selain itu, para tamu undangan juga dapat menikmati berbagai sajian makanan khas Indonesia, seperti sate ayam, batagor, lemper, dan dadar gulung.

Para tamu undangan menyampaikan ucapan selamat berkenaan dengan HUT RI ke-67, serta mengungkapkan apresiasi dan kekagumannya terhadap pertunjukan kesenian dan sajian kebudayaan yang dipertunjukkan dalam Resepsi ini. Direktur Jenderal International Organization for Migration (IOM), William Lacy Swing, mengatakan “sungguh fantastis, memukau, dan menghibur. Saya sangat terkesan dengan ragam batik pesisir yang diangkat sebagai tema Resepsi ini”. Lebih jauh ditekankan oleh Swing bahwa acara ini sangat mewakili gambaran Indonesia yang utuh meliputi busana, kesenian, serta kuliner khas Indonesia.

 

Jenewa, 11 September 2012