Mission Indonesia

Indonesia tekankan pentingnya peran wanita di dalam Pemajuan isu perlucutan senjata, non-proliferasi dan pengaturan senjata

September 25, 2012 Posted under Disarmament 

 

Sebagai Negara yang selalu menjadi pendukung utama upaya perlucutan senjata (disarmament), Indonesia menilai bahwa upaya masyarakat internasional untuk memajukan isu-isu perlucutan senjata maupun non-proliferasi hanya dapat dicapai apabila mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk wanita. Dalam kaitan ini, Indonesia mendukung penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325 tahun 2000 mengenai “Women, Peace and Security” serta Resolusi Majelis Umum PBB 65/69 tahun 2010 mengenai “Women, Disarmament, Non-proliferation and Arms Control”.

 

Hal tersebut disampaikan oleh KUAI PTRI Jenewa, Duta Besar Edi Yusup, ketika menghadiri High-Level Panel Discussion on Women, Disarmament, Non-Proliferation and Arms Control yang diselenggarakan oleh Pemerintah Trinidad dan Tobago tanggal 25 September 2012, di sela-sela penyelenggaraan Sidang Majelis Umum PBB ke-67 tahun 2012 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

 

Lebih lanjut, KUAI menyampaikan bahwa Indonesia meyakini peran penting kaum wanita sebagai building blocks serta instrument of peace dalam berbagai upaya terkait conflict prevention, conflict resolution serta peace-building. Hal ini antara lain dapat dilihat dari partisipasi wanita Indonesia dalam berbagai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, antara lain di Lebanon, Sudan (Darfur), dan di Republik Demokratik Kongo.

 

Meskipun masyarakat internasional telah mengakui peran wanita di dalam pencapaian perdamaian dan keamanan internasional, masih banyak hal yang dapat dilakukan. Selain menambah jumlah partisipasi wanita di dalam berbagai Misi Perdamaian PBB, terdapat pula keperluan untuk mendorong partisipasi wanita di dalam berbagai proses negosiasi isu-isu perdamaian serta partisipasi di dalam proses pengambilan keputusan terkait isu perdamaian dan keamanan internasional.

 

Acara High-Level Panel Discussion on Women, Disarmament, Non-Proliferation and Arms Control tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Trinidad dan Tobago selaku sponsor utama dari Resolusi Majelis Umum PBB 65/69 dalam rangka menggalang lebih lanjut dukungan masyarakat internasional mengenai isu ini. Pada acara tersebut, beberapa pejabat yang telah menjadi pembicara adalah Menlu Trinidad dan Tobago, Menlu Norwegia, Menlu Jamaika, dan Menlu Australia. Selain itu, mantan Presiden Finalndia, Ms. Tarja Kaarina Halonen, serta Ms Angela Kane, High Representative of the UN Secretary-General for Disarmament Affairs, juga telah memberikan pernyataannya pada acara dimaksud.

 

New York, 25 September 2012

 

=================

 

Edi Yusup

Keterangan foto : Kuasa Usaha Ad Interim PTRI Jenewa, Duta Besar Edi Yusup di sela-sela sidang High-Level Panel Discussion on Women, Disarmament, Non-Proliferation and Arms Control (dok. PTRI Jenewa)