Mission Indonesia

Dunia Akui Indonesia Sebagai Peace Maker

October 25, 2012 Posted under Special Events 

 

Watapri JenewaKiprah Indonesia dalam menciptakan perdamaian dan keamanan dunia mendapatkan pengakuan masyarakat internasional. Demikian dipaparkan oleh Dubes Triyono Wibowo, sesaat setelah menyerahkan surat kepercayaan pengangkatannya oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (letter of credence) sebagai Wakil Tetap RI di PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa kepada Direktur Jenderal kantor PBB di Jenewa, Mr. Kassym-Jomart Tokayev, di Markas Besar PBB di Jenewa, tanggal 25 Oktober 2012.

“Pengakuan yang disampaikan secara resmi oleh Mr. Tokayev pada kesempatan yang sangat penting ini, merupakan refleksi prestasi gemilang dan membanggakan diplomasi Indonesia yang perlu terus dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan di semua lini”, demikian ditegaskan oleh Dubes Triyono.

Lebih lanjut, setelah menyampaikan salam hangat dari Presiden RI kepada Mr. Tokayev, Dubes Triyono menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk selalu bekerjasama dengan PBB sekaligus menjadi bagian problem solver dalam menciptakan perdamaian dan keamanan dunia, karena hal tersebut telah menjadi mandat UUD 1945.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung sedikit lebih lama dari waktu yang telah dicanangkan, menurut Dubes Triyono, Mr. Tokayev memaparkan berbagai peran penting Indonesia di panggung internasional seperti keanggotaannya di G-20, postur pertumbuhan ekonomi yang cukup mengesankan, serta peran Indonesia yang telah melampaui upaya perlucutan senjata dengan meratifikasi Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT).  Selain itu, Tokayev memberikan penghargaan atas peran Indonesia yang akan menjadi Presiden Conference of Disarmament di tahun 2013.

Setelah menyampaikan letter of credence tersebut,  Dubes Triyono Wibowo, yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, secara resmi telah dapat memulai menjalankan tugasnya sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia di PBB dan organisasi internasional lainnya yang mencapai lebih dari 40 organisasi internasional dalam bidang yang beragam seperti Hak Asasi manusia, ekonomi  pembangunan, perdagangan dan lingkungan hidup, ketenagakerjaan, kesehatan, telekomunikasi, serta berbagai isu kemanusiaan dan penanggulangan bencana.