Mission Indonesia

Indonesia Prakarsai Pelatihan Juru Runding Negara Berkembang Yang Pertama di Jenewa

November 19, 2012 Posted under Economy, Development and Environment 

 

Indonesia Prakarsai Pelatihan Juru Runding

Negara Berkembang Yang Pertama di Jenewa

 

Selaku Ketua Kelompok 77 dan China di Jenewa, Indonesia mempelopori diadakannya pelatihan juru runding negara berkembang yang pertama di Markas Besar PBB di Jenewa pada tanggal 19-20 November 2012. “Inisiatif Indonesia ini didasari oleh semangat Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 yang merupakan awal bangkitnya rasa persaudaraan dan komunitas negara berkembang, dan yang kemudian menjadi dasar dibentuknya Kelompok 77 dan China pada tahun 1964”. Demikian ditegaskan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Triyono Wibowo selaku Ketua G-77 dan China chapter Jenewa dalam sambutan pembukaan pelatihan tersebut.

Ditekankan juga oleh Dubes Triyono pentingnya G-77 dan China mempersiapkan peringatan ke-50 dibentuknya kelompok ini, serta memaknainya dengan turut serta memberikan kontribusi yang substantif terhadap proses review terhadap Millennium Development Goals (MDGs) serta penyusunan post 2015 development agenda. Lebih lanjut dijelaskan pentingnya semua peserta sebagai bagian keluarga besar negara berkembang atau yang sering disebut dengan Kelompok Selatan ini ikut serta menciptakan sejarah dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang, khususnya untuk masyarakat yang lemah dan rentan. Oleh karena itu, Dubes Triyono mengharapkan agar pelatihan yang diadakan pertama kali ini dapat diteruskan secara berkala setidaknya sekali dalam setahun.

Indonesia mengundang beberapa Duta Besar dari negara anggota G-77 dan China untuk memberikan materi teknik negosiasi yang efektif dan efisien berdasarkan pengalaman panjang mereka. Selain itu, guna membekali dengan substansi materi yang memadai, Indonesia juga bekerja sama dengan UNCTAD, UNITAR dan South Center serta melibatkan para ahli lembaga-lembaga tersebut untuk menjadi narasumber mengenai isu-isu global yang dibahas di organisasi-organisasi internasional seperti isu perubahan iklim, reformasi ekonomi global, MDGs dan post 2015 development goals, isu kesehatan, isu hak atas kekayaan intelektual serta berbagai isu terkait lainnya.

Turut hadir pada pembukaan pelatihan yang diikuti para diplomat negara anggota Kelompok 77 dan China adalah Direktur Eksekutif South Center, Martin Khor, Direktur Eksekutif UNITAR, Sally Fygan dan pejabat senior UNCTAD Massoumeh Sahami. Secara umum Para pejabat organisasi internasional yang hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan tersebut sangat menghargai upaya yang diprakarsasi Indonesia ini. Martin Khor antara lain menyampaikan kelemahan utama negara berkembang dalam proses negosiasi adalah kurangnya kesiapan dalam segi substansi dan teknik negosiasi. Untuk itu melalui kursus ini diharapkan dapat menambah kapasitas para negosiator negara berkembang, sementara Direktur Eksekutif UNITAR menekankan seiring perubahan konstelasi global yang semakin multipolar, diperlukan negosiator yang mampu melakukan manuver dalam lingkungan yang multivariabel.

Secara umum para peserta menyampaikan bahwa prakarsa Indonesia ini merupakan bagian dari keberhasilan Indonesia selaku Ketua G-77 dan China yang menjalankan roda kepemimpinan dengan pendekatan yang inovatif dan kreatif, serta tidak sekedar business as usual.

G-77 dan China merupakan perkumpulan negara-negara berkembang yang terdiri dari 132 negara anggota yang dibentuk pada tahun 1964 bertepatan dengan dibentuknya UNCTAD, yang ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum-forum PBB. Indonesia terpilih menjadi Ketua G-77 dan China chapter Jenewa pada awal tahun 2012 dan akan menyerahkan keketuaannya pada awal tahun 2013 kepada Ekuador yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua.

Jenewa, 19 November 2012