Mission Indonesia

Indonesia Menandatangani Beijing Treaty on Audiovisual Performances di Markas Besar World Intellectual Property Rights Organization (WIPO) di Jenewa

December 18, 2012 Posted under Intellectual Property 

 

Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH, MH  disaksikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim PTRI Jenewa, Duta Besar Edi Yusup dan Legal Counsel World Intellectual Property Rights Organization (WIPO), Edward Kwakwa, telah menandatangani Beijing Treaty on Audiovisual Performances (BTAP) di Markas Besar (WIPO) di Jenewa, Swiss pada tanggal 18 Desember 2012. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela pertemuan Forty-Second (22nd Extraordinary) Session WIPO General Assembly yang membahas mengenai kemungkinan penyelenggaraan Diplomatic Conference terkait International Instrument/Treaty on Limitations and Exceptions for Visually Impaired Persons/Persons with Print Disabilities pada tahun 2013.

Beijing Treaty on Audiovisual Performances merupakan treaty mengenai perlindungan terhadap hak-hak para pelaku pertunjukan (performers) terkait penampilannya dalam bentuk audiovisual. Treaty ini disahkan melalui Diplomatic Conference pada tanggal 24 Juni 2012 di Beijing China dan mengakhiri 12 tahun negosiasi multilateral di bawah WIPO terkait perlindungan ini.

Indonesia menjadi negara ke-53 yang menandatangani Treaty yang akan mulai berlaku segera setelah 30 negara penandatangan melakukan ratifikasi atas instrumen hukum internasional ini. Indonesia memandang penting ditandatanganinya instrumen tersebut mengingat Treaty ini mengatur norma hukum internasional yang sangat penting untuk memajukan perlindungan hak cipta dan membangun sistem hak kekayaan intelektual di dunia pada umumnya, terutama dalam perlindungan terhadap pelaku pertunjukan seperti aktor, penyanyi, musisi dan penari dalam pertunjukan yang dihasilkannya dalam bentuk audiovisual.

Ketentuan ini juga akan memberikan kesempatan bagi pelaku pertunjukan antara lain untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih baik dari penggunaan secara internasional produksi audiovisual para pelaku pertunjukan serta memberikan perlindungan dari penggunaan tanpa ijin penampilan mereka dalam berbagai media audiovisual seperti  televisi, film, dan video.

Beijing Treaty on Audiovisual Performances semakin melengkapi perlindungan bagi pelaku pertunjukan setelah disahkannya International Convention for the Protection of Performers, Producers of Phonograms, and Broadcasting Organizations (Rome Convention) pada tahun 1961 dan WIPO Performances and Phonograms Treaty (WPPT) di Jenewa pada tahun 1996.

 

Jenewa, 18 Desember 2012

 

===============================

 

Beijing Treaty

Photo : Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH, MH saat menandatangani Beijing Treaty on Audiovisual Performances (BTAP) (dok. PTRI Jenewa)