Mission Indonesia

Indonesia pimpin Conference on Disarmament

March 21, 2013 Posted under Disarmament 

 

Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya dalam perlucutan senjata serta upaya menciptakan perdamaian dan keamanan dunia dengan menjadi salah satu Presiden Conference on Disarmament (CD) pada sesi pleno CD tahun 2013 ini. Presiden CD pada sesi pertemuan pleno CD tahun 2013 yang dikenal dengan P6 terdiri dari Hongaria, India, Indonesia, Iran, Irak dan Irlandia. Indonesia menjadi Presiden CD tepatnya pada bulan Maret (18-29 Maret 2013) dan pada bulan Mei (13-26 Mei 2013).

Duta Besar Triyono Wibowo telah memimpin sidang pleno CD pertama dalam periode kepresidenan Indonesia pada tanggal 19 Maret 2013 dengan fokus tematis pada isu Prevention of an Arms Race in Outer Space. Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar Triyono Wibowo menyatakan bahwa perlucutan senjata nuklir merupakan prioritas Indonesia. Untuk itu, Indonesia terus berpegang teguh pada pendirian bahwa CD merupakan satu-satunya forum perundingan multilateral untuk menegosiasikan perlucutan senjata nuklir guna mewujudkan suatu dunia yang bebas senjata nuklir.

Deadlock yang terjadi pada CD selama 16 tahun telah memberikan implikasi serius terhadap perlucutan senjata, dan belum terdapat kesepakatan untuk Program of Work sehingga semakin mengkhawatirkan kelanjutan forum CD. Dalam hal ini, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi stagnansi pada CD. Pada sesi pleno CD tahun 2013 ini, Presiden pertama CD, Duta Besar András Dékány dari Hongaria telah berupaya memecahkan kebuntuan pada CD dengan mengusulkan rancangan Program of Work melalui dokumen CD/1948. Presiden CD berikutnya, Duta Besar Sujata Mehta dari India telah berupaya maksimal mengadakan serangkaian konsultasi dengan negara-negara anggota CD guna memetakan berbagai opsi dan pandangan dalam upaya untuk memajukan proses perundingan dalam kerangka CD.

Mencermati keadaan saat ini, Indonesia sebagai Presiden CD menyadari sepenuhnya kompleksitas situasi dalam upaya memecahkan kebuntuan dalam CD melalui suatu konsensus terhadap Program of Work. Meskipun Indonesia tidak berpretensi untuk dapat memecahkan kebuntuan CD, Indonesia akan terus mengadakan konsultasi dengan negara-negara anggota CD dalam memetakan langkah-langkah dan sarana untuk melanjutkan kembali proses perundingan dalam kerangka CD.

Pada sidang pleno CD berikutnya tanggal 26 Maret 2013, Indonesia akan memimpin persidangan dengan fokus tematis pada isu Negative Security Assurances.

Pada masa reses CD selama 6 minggu (29 Maret-12 Mei 2013), Indonesia bekerja sama dengan United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR) berencana menyelenggarakan seminar tentang ‘Exploring avenues to address the stalemate in the CD’ guna membahas ways and means untuk mengatasi deadlock pada CD yang berkepanjangan. Seminar tersebut akan diselenggarakan di sela-sela ‘The Second Preparatory Committee for the 2015 Review Conference of the Parties to the Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons’ yang akan bertemu di Jenewa pada tanggal 22 April-3 Mei 2013.

 

Jenewa, Maret 2013

 

CD 2013

Foto : Suasana saat sesi pleno CD tahun 2013 (dok. PTRI Jenewa)

 

CD 2013

Foto : Duta Besar Triyono Wibowo telah memimpin sidang pleno CD pertama dalam periode kepresidenan Indonesia pada tanggal 19 Maret 2013 (dok. PTRI Jenewa)