Mission Indonesia

Menkes RI sukses terpilih sebagai Ketua Board of Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, and Malaria (ATM)

March 20, 2013 Posted under Health and Labour Issues 

 

Para anggota Board of Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, and Malaria (Global Fund) pada tanggal 19 Maret 2013 telah mengesahkan pemilihan Dr. Nafsiah Mboi SpA. MPH, Menteri Kesehatan RI, dan Ms. Mireille Guigaz, Duta Besar Perancis untuk penanggulangan HIV/AIDS dan penyakit tidak menular, sebagai  Ketua dan Wakil Ketua Board of Global Fund. Terpilihnya kedua tokoh perempuan tersebut merupakan catatan historis di mana untuk pertama kalinya Global Fund dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua perempuan.

Keduanya akan menjabat dalam kapasitas pribadi dan akan mewakili kepentingan dari seluruh unsur Global Fund. Masa jabatan keduanya akan dimulai efektif pada bulan Juni 2013 dan akan berakhir pada tahun 2015.

Dr. Nafsiah Mboi memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman di bidang kesehatan publik, termasuk jenjang karirnya sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Kesehatan RI. Ibu Nafsiah telah menjabat sebagai Sekretaris Komisi Penanggulangan Nasional AIDS Indonesia selama enam tahun, yang memiliki mandat untuk mengawasi perencanaan, koordinasi dan implementasi respon nasional terhadap HIV/AIDS. Selain itu, beliau juga pernah menjadi Anggota DPR/MPR RI (1992 - 1997), Ketua Komite PBB untuk Hak-hak Anak (1997 - 1999), dan Direktur Department of Gender and Women's Health, WHO, Jenewa - Swiss (1999 - 2002).

Pencalonan Ibu Nafsiah diajukan oleh sebelas negara dari South-east Asia Region (SEAR), yang merupakan salah satu konstituen organisasi Global Fund. Para pimpinan institusi tersebut meyakini bahwa Ibu Nafsiah dan Ms. Mireille Guigaz memiliki komitmen tinggi untuk melanjutkan upaya reformasi Global Fund, yang telah dibangun selama dua tahun terakhir dan keduanya akan menjadi tim yang tangguh dalam mendongkrak capaian Global Fund ke tingkat yang lebih tinggi.

Global Fund yang berdiri sejak tahun 2002 dan berkedudukan di Jenewa merupakan institusi yang dibentuk melalui public-private partnership dengan tujuan menggalang dan mengelola dana untuk memerangi HIV/AIDS, TB dan Malaria. Pihak-pihak yang tergabung dalam partnership tersebut berasal dari pihak pemerintah, civil society/masyarakat madani/pihak swasta dari seluruh negara.

Sejak tahun 2002, Global Fund telah menjadi penggerak utama dari pendanaan berbagai kegiatan penanggulangan AIDS, TB dan Malaria, dengan dana sebesar US$ 22.9 milyar, yang digunakan untuk mendanai lebih dari 1000 program di 151 negara.

Terpilihnya Ibu Nafsiah tersebut semakin mengukuhkan peran dan kontribusi Indonesia di bidang kesehatan global.

 

Jenewa, 20 Maret 2013