Mission Indonesia

Masyarakat Internasional Puji Kegigihan Upaya Indonesia untuk Hidupkan Kembali Perundingan Perlucutan Senjata

May 24, 2013 Posted under Disarmament 

 

Masyarakat internasional puji upaya gigih yang telah dilakukan oleh Indoneia untuk memecahkan kebuntuan dalam proses Conference on Disarmament (CD), selama periode Kepresidenen Indonesia yang dimulai pada tanggal 17 Maret sampai dengan 24 Mei 2013.

Selama 16 tahun terakhir, kebuntuan dalam CD bersumber pada belum tercapainya konsensus di antara negara-negara CD terkait beberapa isu yang masih menjadi perdebatan, antara lain terkait isu perlucutan arsenal nuklir yang disuarakan negara-negara berkembang di satu sisi, serta isu penghentian produksi fissile material sebagai material utama dalam produksi senjata nuklir yang dianut oleh negara-negara maju di sisi lain.

Sebagai upaya untuk mencari terobosan dari kemacetan tersebut, Indonesia sebagai Presiden CD telah mengadakan serangkaian upaya untuk menjembatani berbagai kutub kepentingan yang ada dalam berbagai kelompok negara dalam CD, termasuk berupa konsultasi intensif dengan lebih dari lima puluh negara CD (dari total enam puluh lima negara anggota CD) , dalam menyusun draft Program of Work.

Berdasarkan berbagai pendekatan tersebut, Indonesia menyimpulkan bahwa kebuntuan dalam CD lebih banyak ditentukan oleh berbagai kalkulasi strategis dan dinamika politis di luar kerangka CD, yang menyebabkan CD tidak dapat melaksanakan fungsinya, termasuk untuk menyetujui suatu Program of Work. Dalam kaitan ini, Indonesia memandang perlunya diadakan berbagai pembaharuan, termasuk dalam paradigma dan mekanisme prosedural dalam CD guna memungkinkan dimulainya kembali proses perundingan.

Upaya Indonesia dimaksud mendapatkan penghargaan yang luas dari negara-negara anggota CD. Tercatat Amerika Serikat, Australia, Jerman, Selandia Baru, Spanyol, Swiss, dan berbagai negara lainnya, memuji kebijaksanaan dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam mengupayakan tercapainya terobosan dalam CD. Oleh karena itu, belum tercapainya konsensus dalam CD sepenuhnya menjadi tanggung jawab seluruh negara CD, mengingat Indonesia yang telah menunjukkan dedikasi dan upaya gigihnya, sebagaimana ditegaskan oleh Duta Besar Spanyol menjelang penutupan pleno.

“Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja. Jika saat ini konsensus itu belum dapat dicapai, maka kegigihan kita tidak boleh turut sirna karenanya”, demikian ditegaskan oleh Duta Besar Triyono Wibowo, Wakil Tetap RI (Watapri) pada PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, selaku Presiden CD pada pidato penutupannya di hadapan delegasi negara-negara anggota CD.

Watapri Jenewa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas kerjasama dari semua pihak, termasuk dalam keberhasilan penyelenggaraan seminar sehari dengan tema “Exploring Avenues to address the Stalemate in the Conference on Disarmament” yang terselenggara pada tanggal 15 Mei 2013 atas inisiatif Indonesia sebagai Presiden CD bekerjasama dengan United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR).

Dengan berakhirnya masa Kepresidenan Indonesia ini, kepemimpinan dalam CD akan dilanjutkan oleh Iran sebagai Presiden CD berikutnya, sesuai dengan mekanisme urutan alfabetik yang dipergilirkan di antara 65 anggota negara CD. Sebelumnya, Indonesia telah beberapa kali menjabat sebagai Presiden CD, antara lain pada tahun 1993 dan 2003. (nav)

 

Jenewa, 24 Mei 2013

 

 

 

Duta Besar Triyono Wibowo, Wakil Tetap RI (Watapri) pada PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, selaku Presiden CD pada pidato penutupannya di hadapan delegasi negara-negara anggota CD