Mission Indonesia

Menkes RI terpilih sebagai Ketua Board of the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria

June 20, 2013 Posted under Health and Labour Issues 

 

Press Release

Menkes RI terpilih sebagai Ketua Board of the Global Fund

to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria

 

Kepemimpinan Indonesia pada berbagai fora multilateral kembali terbukti pada tanggal 19 Juni 2013 dengan terpilihnya Menkes RI, DR Nafsiah Mboi sebagai Chair of the Board of the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (Global Fund/GF). Pengukuhan sebagai Ketua GF Board tersebut dilakukan pada pertemuan ke-29 GF Board yang berlangsung di Colombo, Sri Lanka, 18-19 Juni 2013. Menkes RI memangku jabatan tersebut dalam kapasitas pribadi (personal capacity).

Menkes RI dicalonkan oleh perwakilan/konstituen dari sebelas negara kawasan South-East Asia Region/SEAR yang berada di dalam keanggotaan institusi GF. Kesebelas Negara SEAR tersebut adalah Indonesia, Thailand, Bhutan, Nepal, Sri Lanka, DPRK, Timor Leste, Bangladesh, India, Maldives dan Myanmar. Proses pemilihan Ketua GF Board telah berlangsung sejak bulan November 2012 dan berakhir pada bulan Maret 2013.

Terpilihnya Menkes RI sebagai Ketua GF Board tersebut tidak terlepas dari track record Menkes RI yang pernah menjabat peran penting di berbagai forum kesehatan nasional, regional dan global, termasuk menjabat selaku pejabat tinggi di World Health Organization/WHO. Pengalaman beliau sebagai Sekretaris Komisi Penanggulanagan AIDS Nasional juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi para konstituen Global Fund lainnya. Menkes RI juga pada bulan September 2012 telah memimpin langsung pertemuan negara-negara anggota WHO di kawasan South East Asia yang berlangsung di Yogyakarta.

Global Fund yang berdiri sejak tahun 2002 merupakan institusi yang dibentuk melalui public-private partnership dengan tujuan mengumpulkan serta mengelola dana untuk memerangi HIV/AIDS, TB dan malaria. Pihak-pihak yang tergabung di dalam partnership tersebut berasal dari pihak pemerintah, civil society/masyarakat madani, pihak swasta dari seluruh negara. Sejak tahun 2002, Global Fund telah menjadi penggerak utama dari pendanaan berbagai kegiatan penanggulangan AIDS/TB dan malaria, dengan dana sebesar US$ 22.9 milyar, yang digunakan untuk mendanai lebih dari 1000 program di 151 negara.

Salah satu bagian penting dari struktur organisasi dari Global Fund adalah Board, yang beranggotakan para pejabat yang mewakili negara donor ataupun negara penerima, pihak LSM, kalangan swasta, serta affected communities. Board tersebut bertugas untuk menentukan strategi serta kebijakan organisasi, menentukan kebijakan pendanaan serta besarnya anggaran Global Fund.

Dengan menduduki jabatan barunya tersebut, Menkes RI akan terus turut aktif dalam mendorong masyarakat internasional untuk terus memberikan perhatian terhadap pentingnya concerted efforts dalam menanggulangi HIV/AIDS. Kepercayaan yang diberikan kepada Menkes RI oleh para konstituen Global Fund ini juga merupakan bentuk keberhasilan diplomasi RI yang di bidang kesehatan global. Selain turut aktif mendukung proses pencalonan Menkes RI sebagai Ketua Board Global Fund, Pemerintah RI pada tahun 2013 juga merupakan koordinator dari kelompok 7 negara yang tergabung di dalam Foreign Policy and Global Health Initiative/FPGH (Indonesia, Afrika Selatan, Brasil, Perancis, Norwegia, Thailand dan Senegal). Sejak tahun 2008, Negara-negara FPGH telah secara rutin terus memajukan isu-isu kesehatan global di forum multilateral, khususnya dengan memperhatikan keterkaitan (linkage) antara kebijakan kesehatan dengan kebijakan luar negeri.