Mission Indonesia

Press Release Partisipasi Delri Pada Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013 Jenewa, 1-26 Juli 2013 INDONESIA SERUKAN ECOSOC DORONG PENINGKATAN KERJASAMA DI BIDANG IPTEK BAGI PEMBANGUNAN NEGARA BERKEMBANG

July 03, 2013 Posted under Economy, Development and Environment 

 

Press Release
Partisipasi Delri Pada Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013
Jenewa, 1-26 Juli 2013

INDONESIA SERUKAN ECOSOC DORONG PENINGKATAN KERJASAMA DI BIDANG IPTEK BAGI

                                                               PEMBANGUNAN NEGARA BERKEMBANG



 “Guna mengurangi kesenjangan pembangunan di antara negara-negara di dunia, Indonesia menyerukan peningkatan kerjasama internasional tidak hanya dalam bentuk bantuan teknis, dan alih teknologi, namun juga pembangunan kapasitas dan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi bagi negara berkembang”. Demikian pesan Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Edi Yusup, dalam kesempatan Debat Umum High-Level Segment Sidang Substantif ECOSOC, di Jenewa, tanggal 3 Juli 2013.

Lebih lanjut Dubes Edi Yusup juga menyatakan ECOSOC memiliki peran penting untuk mendukung negara berkembang dalam mengatasi tantangan di bidang teknologi, sosial dan ekonomi maupun dalam membangun kemampuan sains, teknologi dan inovasi, serta infrastruktur. Dengan sumber daya yang dimiliki, ECOSOC perlu memberikan panduan yang lebih baik untuk pengembangan program dan kebijakan di bidang sains, inovasi dan budaya sebagai bagian dari agenda pembangunan pasca-2015.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kepentingan negara berkembang, khususnya mengenai pembangunan kapasitas dan alih teknologi, dimana negara maju akhir-akhir ini cenderung untuk menghindar dari komitmen mereka sendiri dan berlindung pada prinsip-prinsip perlindungan HAKI. Seruan Indonesia ini mendapatkan dukungan dari kelompok negara berkembang, yaitu: G-77 & China, dan G-15, India, Mesir dan Afrika Selatan.  

Sidang Substantif yang berlangsung dari tanggal 1-26 Juli 2013 diawali dengan High-Level Segment dari tanggal 1-5 Juli 2013 dengan tema “Sains, Teknologi dan Inovasi, serta Potensi Budaya bagi Pengembangan Pembangunan Berkelanjutan dan Pencapaian MDGs”. Pembukaan High-Level Segment dilakukan oleh Presiden ECOSOC, Nestor Osorio, dan dihadiri oleh Sekjen PBB, Ban Ki Moon, Presiden Majelis Umum PBB, Vuc Jeremic dan Presiden Konfederasi Swiss, Ueli Maurer.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dubes Triyono Wibowo dengan alternate Ketua Delegasi, Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, yang juga tampil sebagai salah satu panelis dalam pembahasan tentang Universal Health Coverage. Selain itu, Deputi Wakil Tetap RI Dubes Edi Yusup juga menjadi panelis dalam diskusi yang membahas peran air dalam agenda pembangunan pasca-2015.

Selain membahas isu-isu terkait sains, teknologi, inovasi dan budaya, konferensi ini juga akan membahas sejumlah agenda utama lainnya, yaitu: agenda pembangunan pasca-2015, pendanaan pembangunan berkelanjutan, perburuhan, program kerja dan manajemen organisasi, kemanusiaan, kerjasama regional, dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di wilayah pendudukan, human trafficking, Afrika, dan negara-negara dengan tingkat pembangunan terbelakang (LDCs- Least Developed Countries).  

ECOSOC atau Dewan Ekonomi dan Sosial PBB memiliki tugas membantu Majelis Umum untuk mengadakan dan mempromosikan kerja sama ekonomi dan sosial antar bangsa. Dewan terdiri dari 54 anggota yang dipilih oleh Majelis Umum dengan masa bakti untuk tiap anggotanya adalah 3 tahun. Indonesia saat ini merupakan anggota Dewan ECOSOC hingga tahun 2014. Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB dibantu oleh organisasi – organisasi PBB seperti: FAO, ILO, WHO, UPU, ITU, UNESCO, UNICEF.

Jenewa, 3 Juli 2013