Mission Indonesia

Press Release Partisipasi Delri pada Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013 Jenewa, 1-26 Juli 2013 INDONESIA SAMPAIKAN ARAH PEMBANGUNAN INTERNATIONAL TERKAIT PERAN AIR PASCA-2015

July 03, 2013 Posted under Economy, Development and Environment 

 

Press Release

Partisipasi Delri pada Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013

Jenewa, 1-26 Juli 2013

 

INDONESIA SAMPAIKAN ARAH PEMBANGUNAN INTERNATIONAL

TERKAIT PERAN AIR PASCA-2015

 

Indonesia kembali diminta untuk menyampaikan hasil-hasil High-Level Panel of Eminent Persons (HLP) mengenai agenda pembangunan pasca-2015, kali ini dalam diskusi panel yang diselenggarakan United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) di Jenewa, 3 Juli 2013.  Permintaan ini disampaikan UNECE karena peran sentral Presiden RI dalam memimpin HLP.

Dalam diskusi panel mengenai “Water in Post-2015 Development Agenda”, Deputi Wakil Tetap RI di Jenewa, Duta Besar Edi Yusup, menjabarkan hal-hal penting dalam Laporan HLP yang telah disampaikan oleh Presiden RI, sebagai co-chair HLP, kepada Majelis Umum PBB di New York pada 30 Mei 2013.  Di antaranya 12 sasaran ilustratif, termasuk akses universal terhadap air dan sanitasi, yang diharapkan dapat menyempurnakan dan menjamin kesinambungan Millennium Development Goals (MDGs) setelah 2015. 

Dubes Edi Yusup menekankan, setelah melalui proses konsultasi yang luas, terbuka dan inklusif, laporan Panel merupakan refleksi kepentingan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para petani, buruh migran, pengusaha kecil dan besar, hingga para anggota parlemen.

“Akses terhadap air merupakan salah satu hak asasi manusia dan oleh karenanya harus menjadi fokus utama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkesinambungan pasca-2015,” demikian tegasnya, sesuai laporan HLP.  Diingatkannya, sekitar 2 milyar penduduk dunia belum mendapatkan akses terhadap air bersih.

Ditekankan lebih lanjut oleh Dubes Yusup  pentingnya masalah air mendapatkan perhatian yang memadai untuk mencegah krisis air, perlunya investasi atas air bersih, serta pentingnya sumber daya air, kualitas air dan pengelolaan air limbah dalam menjamin ketahanan air di dunia.

Wakil World Health Organization (WHO) menyanjung keberhasilan HLP dalam menghasilkan laporan yang dipandang memberikan basis yang sangat kuat untuk mencapai akses universal terhadap air.  Di samping itu, penegasan akses terhadap air sebagai hak asasi manusia disambut hangat oleh wakil pemerintah dan kalangan LSM, yang telah menantikan dikaitkannya isu air secara langsung dengan agenda umum pembangunan. 

Dalam diskusi interaktif selanjutnya, ditambahkan pula oleh Dubes Edi Yusup, “pengelolaan air secara efektif tidak dapat dicapai hanya dengan memperhatikan aspek ekonomi, melainkan harus juga memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat.”  Oleh karenanya, pendidikan bagi kalangan muda mengenai isu air yang disesuaikan dengan kondisi lokal sangat penting untuk menanamkan kebijaksanaan dalam pemanfaatan dan pengelolaan air di kalangan masyarakat luas.

Diskusi panel yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Substantif ECOSOC ini merupakan forum tukar pikiran mengenai cara-cara untuk mencapai sasaran yang komprehensif mengenai air, termasuk akses terhadap air, ketahanan air, sanitasi dan kebersihan, pasokan air minum, serta water governance.  Sidang Substantif ECOSOC diselenggarakan di Jenewa pada 1-26 Juli 2013.

UNECE, yang berdiri pada tahun 1947, merupakan salah satu komisi ekonomi PBB yang dibentuk untuk tiap kawasan di dunia.  Bergerak di bidang ekonomi dan sektoral, sasaran utama UNECE adalah untuk mendorong kerja sama ekonomi di antara seluruh negara anggotanya.  Keanggotaannya saat ini terdiri dari 56 negara yang terletak di Eropa Barat dan Timur, Commonwealth of Independent States dan Amerika Utara. 

 

Jenewa, 3 Juli 2013