Mission Indonesia

Siaran Pers Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-68 di Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Swiss, 17 Agustus 2013

August 18, 2013 Posted under Special Events 

 

Siaran Pers Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-68

di Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Swiss,

17 Agustus 2013

 

Peringatan detik-detik Proklamasi di halaman Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Swiss, yang ditandai dengan prosesi pengibaran bendera kebangsaan telah berlangsung dengan khidmat.  Wakil Tetap RI, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, Triyono Wibowo, memimpin upacara yang dihadiri oleh seluruh pejabat dan staf PTRI Jenewa serta Masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya.

Dubes Triyono Wibowo dalam sambutan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 kali ini menyampaikan bahwa Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 tahun 2013 ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan 15 tahun Reformasi Indonesia. Reformasi ini telah mengantarkan Indonesia ke posisi terhormat dalam kancah pergaulan bangsa-bangsa. Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia telah membuktikan bahwa Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas Bangsa Indonesia dapat berjalan seiring dengan demokrasi, serta bukan penghalang bagi partisipasi dan kontribusi seluruh elemen bangsa dalam pembangunan, sebagaimana tercermin dalam tingginya laju pertumbuhan ekonomi nasional, yang mencapai angka 6,2 persen dalam tahun 2012. 

Reformasi juga memberikan berbagai kebebasan bagi seluruh komponen Bangsa dalam mengekspresikan aspirasinya, baik dalam ranah politik, ekonomi, agama, dan sosial-budaya. Namun demikian, terdapat pula kecenderungan di kalangan sebagian elemen masyarakat kita yang menerjemahkan kebebasan tersebut secara keliru dan tidak bertanggungjawab. Hal ini harus dikendalikan, dibatasi, dan dihentikan, agar interpretasi dan ekspresi kebebasan yang keliru tersebut tidak mengancam kebhinneka-an Indonesia.

Hal-hal tersebut di atas sesuai dengan semangat Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini, yang bertema “Menjaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”. Kedua hal tersebut, yakni stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, merupakan prasyarat mutlak bagi kita untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Kesemuanya juga menuntut adanya sumber daya manusia berupa Insan Indonesia seutuhnya yang berbudaya, terpelajar dan berakhlaq mulia. Untuk itu pendidikan nasional merupakan salah satu prasyarat kunci guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera lahir dan batin sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Dalam pidatonya, Watapri Jenewa juga menyampaikan berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih Bangsa dan Pemerintah Indonesia, dan sekaligus berbagai tantangan ke depan yang masih harus dihadapi.

Upacara ini juga disemarakkan dengan aubade oleh sekitar 20 anak-anak berusia 5-15 tahun dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia dan sambil melambaikan Bendera Merah Putih berukuran kecil. Anak-anak tersebut dengan semangat menyanyikan lagu-lagu nasional “Halo-Halo Bandung”, “Berkibarlah Benderaku”, dan “Maju Tak Gentar” serta “Indonesia Pusaka”.

Upacara peringatan detik-detik proklamasi ini merupakan satu bagian rangkaian kegiatan PTRI Jenewa dalam rangka HUT RI tahun 2013. Berbagai kegiatan pertandingan olah raga dan games termasuk  permainan tradisional galasin dan “Amazing Race” telah diselenggarakan guna meningkatkan semangat persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya. Selain itu, kegiatan Pasar Rakyat juga digelar pada hari Minggu, 18 Agustus 2013, dan Resepsi Diplomatik akan diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2013.

Pada tanggal 17 Agustus 2013, Duta Besar Triyono Wibowo juga mengundang seluruh Warga Negara Indonesia ke Wisma Watapri di La Capite, Jenewa, sebagai rangkaian peringatan HUT RI ke-68 yang tahun ini jatuh hanya beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong menghadiri acara ramah tamah di Wisma Duta Besar RI Triyono Wibowo untuk menyambung tali silaturahmi sekaligus beranjangsana dengan ditemani berbagai hidangan kuliner Nusantara dengan penuh suka cita.

 

Jenewa, 17 Agustus 2013