Mission Indonesia

Dubes Triansyah Djani: Indonesia Siap Lakukan Negosiasi Perlindungan Pengetahuan Tradisional di WIPO

May 03, 2010 Posted under Intellectual Property 

 

“Indonesia siap melakukan negosiasi berbasis teks guna memberikan perlindungan bagi sumber daya genetika, pengetahuan tradisional dan folklor (genetic resources, traditional knowledge and folklore – GRTKF).” Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani pada pembukaan pertemuan Komite Antar Pemerintahan (Intergovernmental Committee – IGC) mengenai GRTKF di markas World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, tanggal 3 Mei 2010.

Dubes Djani menambahkan bahwa Indonesia memberikan perhatian yang tinggi bagi perlindungan GRTKF, terlebih dengan semakin meningkatnya misapropriasi dan penyalahgunaan GRTKF akibat ketiadaan perlindungan melalui rejim hukum internasional. Indonesia juga menyadari besarnya nilai ekonomi dan kultural dari GRTKF, sehingga kekayaan tersebut harus dimanfaatkan bagi pembangunan sosio-ekonomi negara-negara yang memilikinya. Sejumlah studi mengindikasikan bahwa nilai perdagangan global dari GRTKF setiap tahunnya mencapai ratusan miliar dolar AS.

Terkait proses perundingan di WIPO, Dubes Djani menyatakan bahwa Komite Antar Pemerintahan mengenai GRTKF sudah memiliki mandat dan kerangka waktu yang jelas bagi pencapaian rejim hukum internasional. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab IGC untuk mempercepat pelaksanaan tugasnya guna mencapai tujuan dari mandat tersebut.

Di hadapan negara-negara anggota WIPO dan masyarakat madani internasional yang hadir, Dubes Djani menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa masa depan WIPO bergantung kepada bagaimana organisasi ini menciptakan keseimbangan. Artinya, WIPO harus seimbang dalam mengakomodasi kepentingan negara-negara berkembang (terhadap perlindungan GRTKF), tidak hanya kecenderungan selama ini yang lebih berpihak kepada kepentingan negara maju, seperti di bidang paten, hak cipta, dan rejim HKI lainnya.

Komite Antar Pemerintahan mengenai Sumber Daya Genetika, Pengetahuan Tradional dan Foklor (Intergovernmental Committee on Genetic Resources, Traditional Knowledge and Folklore – IGC-GRTKF) didirikan pada tahun 2000 oleh Majelis Umum WIPO dan mulai melakukan pertemuan sejak tahun 2001. Pada tahun 2009, IGC mendapatkan mandat melakukan negosiasi berbasis teks untuk mencapai rejim hukum internasional. Pertemuan IGC kali ini adalah sesi ke-16 dan berlangsung pada tanggal 3 – 7 Mei 2010.