Mission Indonesia

Amanat Watapri Jenewa pada Upacara Bendera Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 tahun 2013 di Jenewa

August 19, 2013 Posted under Special Events 

 

PIDATO

DUTA BESAR/WAKIL TETAP R.I. DI JENEWA

PADA UPACARA PERINGATAN

PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE - 68

JENEWA, 17 AGUSTUS 2013

 

Ibu-Ibu, Bapak -Bapak,

Saudara-Saudara sekalian,

Masyarakat Indonesia di Jenewa dan Sekitamya, yang Saya Hormati,

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua,

 

Hari ini, Sabtu, tanggal 17 Agustus 2013, kita Bangsa Indonesia di seluruh pelosok Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dan Para Warga Negara Indonesia yang berada di berbagai belahan dunia, bersama-sama serentak memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68.

Perayaan Kemerdekaan Indonesia tahun ini juga mempunyai arti khusus karena bertepatan dengan 15 tahun Reformasi kita. Reformasi yang merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bemegara Indonesia. Reformasi yang merubah wajah negara dan bangsa kita dalam perjalanan sejarah ke depan.

Saya garis bawahi masa 15 tahun paska reformasi ini sebagai suatu hal yang pantas untuk dicatat. Rentang waktu 1 5 tahun merupakan rentang waktu penting yang digunakan untuk menetapkan target dan sasaran. Rentang waktu untuk membuat assessment dan mengukur capaian. MDGs dirumuskan tahun 2000 dengan rentang waktu capaian 15 tahun. Dan sekarang kita juga dalam proses merumuskan Agenda Pembangunan Paska-2015, juga dengan rentang waktu 15 tahun sampai tahun 2030.

Enam puluh delapan tahun yang lalu, Bangsa Indonesia menyatakan Kemerdekaarmya, melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Pada hari itu, Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, perjalanan perjuangan Bangsa Indonesia yang sangat panjang untuk menjadi sebuah Bangsa yang Merdeka dan Berdaulat mencapai titik kulminasinya melalui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diucapkan oleh Sukamo dan Batta mewakili Bangsa Indonesia. Perjuangan Bangsa Indonesia untuk merdeka itu ditempuh dan dilakukan melalui sebuah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan. Pengorbanan harta benda, darah d an nyawa para pendahulu kita itu wajib terus kita kenang, kita jadikan suri tauladan, dan landasan bagi perjuangan kita untuk mengisi Kemerdekaan yang telah mereka berikan kepada kita semua.

Tanpa pengorbanan dan perjuangan mereka itu, kita mungkin hari ini belum menjadi Bangsa Merdeka. Kita mungkin juga tidak menikmati kebebasan dan kemajuan seperti hari ini. Bahkan, kita mungkin juga tidak akan berada disini pada hari ini. Oleh karena itu, tidak ada lain yang dapat kita berikan kepada mereka selain menjadikan perjuangan dan pengorbanan mereka, sebagai bekal tekad, panduan dan pegangan kita, untuk mengisi Kemerdekaan kita, mewujudkan tujuan Proklamasi kita, yaitu Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Saudara-Saudara Sekalian yang Saya Hormati,

Reformasi yang dilakukan Bangsa Indonesia 15 tahun lalu, juga dapat kita katakan sebagai Proklamasi Kedua Bangsa Indonesia. Reformasi ini telah memberikan wujud dan wajah baru kepada negara kita. Reformasi telah menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.

Melalui Reformasi kita sekarang memiliki dan menikmati berbagai kebebasan yang menjadi salah satu ciri masyarakat demokrasi. Kita juga dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dan Demokrasi dapat berjalan seiring. Melalui Reformasi, Penghormatan Hak Asasi Manusia menjadi acuan dan nilai dalam kehidupan berbangsa dan bemegara kita. Akuntabilitas juga menjadi kata kunci dalam menyelenggarakan tugas negara. Pendek kata, melalui Reformasi, berbagai tatanan bam dan nilai-nilai universal kita jadikan pedoman dan tolok ukur dalam perjalanan berbangsa dan bemegara.

Namun demikian, kita tetap harus menyisakan sejumlah pertanyaan.

Apakah perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia, sejak Proklamasi Kemerdekaan, telah berhasil mewujudkan semua cita-cita Kemerdekaan?

Atau dengan kata lain, apakah Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 sudah berhasil kita wujudkan dalam 68 tahun kita merdeka?

Apakah Reformasi 1998 menjadikan kondisi sosial politik dan kondisi sosial ekonomi negara kita menjadi lebih baik sekarang.

Apakah eradikasi KKN sebagai slogan Reformasi sudah berhasil membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Bangsa?

 Kita juga masih dapat bertanya :

Apakah kebebasan yang kita peroleh sebagai hasil Reformasi telah digunakan secara tepat dan membawa manfaat kepada masyarakat kita?

Apakah kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan mengemukakan pendapat yang diperjuangkan melalui Reformasi, justru menimbulkan sejumlah persoalan kepada kita ?

Apakah anarkisme, sikap beringas di sebagaian masyarakat kita dewasa ini, masih dapat kita kategorikan sebagai wujud kebebasan berekspresi?

Terakhir, apakah Reformasi kita telah memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa kita, dan menumbuhkan serta meningkatkan stabilitas nasional kita?

 

Saudara-Saudara Sekalian,

 

Tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun ini yaitu ajakan untuk Menjaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, sungguh sangat tepat. Tema tersebut sangat tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sebut tadi.

Mengapa kita bieara mengenai Pembangunan Ekonomi dan Stabilitas Politik. Apa kaitan kedua hal tersebut dengan Kesejahteraan Rakyat?

Negara kita telah berdiri selama 68 tahun. Kita juga telah menjadi Bangsa yang merdeka selama 68 tahun. Namun kita masih tetap perlu bertanya, apakah kita sudah mewujudkan semua yang menjadi cita-cita kemerdekaan kita. Cita-cita yang secara eksplisit dimandatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Apakah negara kita sudah memberikan semua yang harus diberikan kepada rakyatnya, sebagaimana dituliskan dalam pasal-pasal Batang Tubuh UUD 1945.

Harus kita akui bahwa sebagian sudah kita capai.

Harus kita katakan bahwa sebagian sudah kita peroleh.

Tetapi, harus pula kita akui dan kita katakan, bahwa sebagian lain masih belum kita capai. Sebagian lain masih belum kita peroleh.

Dengan jujur kita dapat berkata, bahwa masih banyak yang harus dilakukan oleh negara, banyak yang masih harus dilakukan Pemerintah, dan banyak yang masih harus dilakukan para pemimpin dan diri kita masing-masing, rakyat Indonesia secara keseluruhan, untuk mencapai dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan kita.

Kita bersyukur Reformasi telah menempatkan Bangsa Indonesia di tempat yang terhormat di lingkungan pergaulan Intemasional. Kita bersyukur bahwa Reformasi telah menjadikan Indonesia mampu merancang kebijakan ekonomi yang baik, sehingga kita mampu bertahan dalam gejolak gelombang kesulitan ekonomi dunia tahun 2008 yang masih terus berlangsung sampai sekarang. Kita juga bersyukur bahwa saat ini kita sudah mengenyam dan memiliki banyak kebebasan dibandingkan dengan keadaan 15 tahun lalu. Kita juga bersyukur bahwa hak asasi manusia semakin dihormati dan dijunjung tinggi di negara kita. Demikian pula hak-hak dasar warga negara juga semakin diperhatikan, dijaga dan dilindungi. Banyak kemajuan yang telah kita capai melalui Reformasi.

Namun demikian, upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan negara seperti disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, dan juga cita-cita Reformasi masih harus terus diupayakan. Harus terus diperjuangkan. Kita masih harus terus mengupayakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Kita masih harus terus mengupayakan pemberian pendidikan kepada rakyat kita. Dan kita juga masih harus terus mengembangkan kehidupan politik yang sehat dan dewasa, kehidupan politik yang bermartabat dan beretika. Bukan kehidupan politik yang Machiavellian.

Kita juga masih perlu terus menumbuhkan sikap toleran dan menghargai perbedaan, apakah itu perbedaan agama, perbedaan aliran agama, perbedaan etnis maupun perbedaan orientasi politik.

Kita juga wajib menjaga agar kebebasan dan demokrasi tidak mengancam kerukunan dan persatuan Bangsa. Demokrasi dan kebebasan harus memberikan keamanan dan ketenteraman kepada rakyat, dan tidak boleh mengancam stabilitas nasional kita.

 

Saudara-Saudara sekalian yang saya hormati,

 

Ada kaitan yang erat antara Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat. Dahulu kita mengenal konsep pembangunan yang kita sebut Trilogi Pembangunan, yaitu Stabilitas Politik dan Keamanan, Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan Hasil pembangunan. Sekarang kita mengenal konsep pembangunan yang berkelanjutan, yaitu dengan menambahkan aspek perlindungan dan kelestarian lingkungan hidup.

Kedua konsep pembangunan tersebut intinya sama, yaitu bahwa pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi hanya dapat dilakukan dengan baik bila didukung oleh kondisi sosial politik yang kondusif. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai target sasaran yang diinginkan jika stabilitas nasional terjaga baik.

Meskipun intinya sama, namun Konsep pembangunan yang kita ikuti sekarang berbeda dengan konsep pembangunan sebelum Reformasi. Di masa lalu, stabilitas nasional atau stabilitas politik diperlukan semata-mata untuk menjamin dan menjaga laju pembangunan ekonomi. Stabilitas politik dijaga dengan segala cara, termasuk bila perlu dengan mengekang kebebasan, mengingkari HAM, atau mengingkari hak-hak dasar warga negara. Melalui Reformasi, kita menempatkan stabilitas nasional, stabilitas politik dalam konteks pembangunan yang seimbang. Seimbang antara pembangunan ekonomi dan pembangunan politik. Pembangunan yang didasarkan pada nilai-nilai demokrasi, termasuk di dalamnya pengakuan terhadap kebebasan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, akuntabilitas, dan penegakan hukum atau rule of law.

Oleh sebab itu sangat kita sayangkan, apabila kebebasan sekarang ini banyak disalah-gunakan, salah diinterpretasikan, dan salah diimplementasikan, sehingga dapat mengancam stabilitas politik dan stabilitas nasional itu sendiri.

Kebebasan sebagai buah Reformasi, oleh sebagian masyarakat kita, oleh sebagian pe1aku politik kita, diartikan sebagai kebebasan untuk melakukan apa saja. Infrastruktur dan proses demokrasi disalah-gunakan untuk melakukan hal-hal yang justru menimbulkan kerawanan terhadap kebhinekaan kita. Ada banyak contoh dan bentuk-bentuk penyalah-gunaan kebebasan berekspresi dan berpolitik yang justru mengancam stabilitas politik dan stabilitas nasional.

Penyalah-gunaan kebebasan seperti ini harus kita kendalikan, harus kita batasi, dan harus kita hentikan, agar tidak mengancam stabilitas nasional yang kita perlukan untuk melakukan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan kondisi ekonomi dunia seperti sekarang ini saja kita sudah harus bekerja ekstra keras untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi; apalagi bila ditambah dengan kondisi politik yang labil. Pemilu tahun depan harus berjalan baik, seperti yang sudah berhasil kita lakukan dalam 15 tahun terakhir.

Suhu politik menjelang Pemilu harus dapat dikendalikan dan tidak boleh mengganggu proses dan laju pembangunan ekonomi. Persaingan untuk memenangkan Pemilu harus tidak boleh mengancam kesatuan dan persatuan nasional.

Kita harus terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi kita, karena hanya dengan itu kita akan dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat kita. Kita butuh sarana untuk mencapai itu. Dan sarana itu adalah Stabilitas nasional. Stabilitas nasional yang didasarkan dan ditambatkan secara kuat pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip demokrasi.

Hanya dengan Pembangunan Ekonomi, kita akan mampu menyediakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan;

Hanya dengan Pembangunan Ekonomi kita akan dapat menyediakan dan menyelenggarakan pendidikan serta layanan kesehatan secara baik dan terjangkau untuk semua warga negara Indonesia;

Hanya dengan Pembangunan Ekonomi kita akan dapat menyediakan sandang, pangan dan papan yang baik serta memadai kepada seluruh rakyat kita;

Dan keberhasilan Pembangunan Ekonomi pada gilirannya akan meningkatkan Stabilitas dan Ketahanan nasional kita.

Pendek kata, hanya pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang akan mampu memberikan kesej ahteraan lahir bathin kepada Rakyat Indonesia. Kita bisa melihat dan mencontoh negara-negara lain yang sukses dalam mensejahterakan rakyatnya.

Dengan demikian maka Pembangunan Ekonomi menjadi pre-requisite, agar kita mampu mencapai semua yang menjadi tujuan dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan kita, termasuk kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan sekarang dan ke depan.

Kita perlu terus menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita, bukan semata-mata untuk membuktikan ramalan para ahli, bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor 14 pada tahun 2030, dan menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor 7 pada tahun 2050.

Kita perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita karena kita memang wajib memberikan dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat kita. Wajib memberikan kesejahteraan lahir bathin sebagaimana diamanatkan dan dimandatkan oleh Kemerdekaan kita, dan Undang-Undang Dasar kita.

Ketika kita menyatakan Kemerdekaan kita pada tahun 1945, penduduk Indonesia hanya berjumlah 60 Juta. Saat ini penduduk kita sudah mencapai 240 juta. Dan kalau tingkat pertumbuhan penduduk kita masih terus berada pada tingkat seperti sekarang, maka pada tahun 2025 penduduk Indonesia akan menjadi 285 juta, dan meningkat lagi menjadi 360 juta orang pada tahun 2050.

Di banyak negara maju, pertumbuhan penduduk yang rendah dan bahkan negatif menjadi persoalan serius bagi mereka. Kelangkaan tenaga kerja menjadi skenario yang menakutkan bagi mereka untuk dapat mempertahankan kemakmuran dan kemajuan ekonominya, dan pada jangka panjang bahkan dapat mengancam eksistensi bangsa yang bersangkutan.

Sebaliknya pertumbuhan penduduk yang tinggi di banyak negara berkembang, termasuk kita Indonesia, justru membawa konsekuensi dan tantangan berat yang tidak mudah. Akan tidak mudah dan menjadi tantangan besar bagi Pemerintah di negara-negara tersebut untuk menyediakan lapangan kerja, menyediakan sandang, pangan, papan, menyediakan pelayanan pendidikan dan kesehatan, dan berbagai kebutuhan lainnya untuk semua penduduknya. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi asset, tapi pada saat yang sama juga dapat menjadi liability. Itulah sebabnya mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tugas penting yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan ledakan jumlah penduduk kita.

 

Ibu-Ibu, Bapak-Bapak dan

Saudara-Saudara sekalian yang saya hormati,

 

Apabila kita melihat angka-angka statistik yang ada, maka akan nampak gambaran mengenai kemajuan yang sudah kita capai; dan sekaligus juga tantangan yang kita hadapi.

Dalam beberapa tahun terakhir ini kita sudah mencatat sejumlah kemajuan. Mencatat sejumlah prestasi. Pertumbuhan ekonomi kita terus menunjukkan angka posistif. Selama 3 tahun terakhir ekonomi kita tumbuh rata-rata sebesar 6,2 %. Apabila angka pertumbuhan ini dapat terus kita jaga, apalagi bila dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, maka sangat terbuka kemungkinan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Cadangan devisa kita juga meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu devisa kita tercatat menjadi USD 112 milyar. ltu semua dimungkinkan karena upaya dan kerja keras semua elemen bangsa, tennasuk kita disini. Juga karena perumusan dan pengelolaan kebijakan ekonomi kita yang semakin baik. Ada banyak kemajuan lain yang dapat kita sebut sebagai prestasi Bangsa kita selama beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi, pada saat yang sama kita juga masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Situasi ekonomi dunia yang masih lemah, dan resesi di sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor kita, membawa dampak terhadap neraca perdagangan kita. Apabila pada tahun 2011 kita mencatat surplus sebesar USD 26,6 milyar, maka pada tahun 2012 kita mengalami defisit sebesar USD 1,66 milyar. Ini berarti dalam kurun waktu satu tahun neraca perdagangan kita turun sekitar USD 28 milyar.

Kita juga masih dihadapkan pada sejumlah tantangan lain. Jumlah penduduk miskin Indonesia masih besar. Jumlah penduduk miskin kita tahun 2012 tercatat sebanyak 28,59 juta orang. Angka ini sedikit lebih kecil dari tahun sebelumnya yaitu 29,13 juta orang. Namun demikian kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dapat meningkatkan lagi jumlah penduduk miskin kita. Kita masih menghitung seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM tersebut terhadap jumlah penduduk miskin kita. Akan tetapi diperkirakan akan dapat menambah jumlah penduduk miskin sebesar 10,5 juta orang pada tahun 2013 sekarang, dan meningkat 1agi menjadi 12,5 juta orang.

Oleh sebab itu Pemerintah berusaha keras melalui berbagai kebijakan, seperti pemberian Balsem - Bantuan langsung Sementara - untuk mencegah atau meredam pembengkaan jumlah penduduk miskin kita. Target yang ditetapkan Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan sebesar 8 - 10 % pada tahun 2014 barangkali terlalu ambisius. Akan tetapi kita harus mencoba, berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target penurunan tersebut.

Angka pengangguran terbuka juga terus berhasil diturunkan. Dari 7,6 juta orang pada bulan Pebruari 2012, menjadi 7,1 juta orang pada Pebruari 2013. Namun demikian angka tersebut masih terlalu besar, dan harus diupayakan untuk diturunkan lagi.

Ini semua memberikan gambaran, bahwa kita memang harus terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita agar mampu menciptakan lapangan kerja baru; guna menyerap angkatan kerja baru. Apa yang sudah dilakukan selama ini pantas dihargai. Tapi sekali lagi, masih banyak yang mesti dikerjakan.

Akan tetapi, barangkali tidak berlebihan kalau kita katakan, bahwa salah satu, SALAH SATU tantangan dan persoalan terbesar kita adalah masalah PENDIDIKAN. Memang, saat ini 90,9 % rakyat kita sudah melek huruf. Tapi soal pendidikan bukan cuma soal melek huruf.

Kalau kita lihat lebih dalam, kita akan menemukan bahwa 52%. penduduk kita hanya lulusan Sekolah Dasar. 17,56% lulusan SMP, dan 22,56 % lulusan SMA. Bahkan ada 7,43 % penduduk kita yang tidak pemah mengenal bangku sekolah. Porsi terbesar warga negara kita yang tidak mendapat pekerjaan, alias menjadi pengangguran, adalah mereka yang berlatar pendidikan SD, SMP dan SMA.

Kita tahu, bahwa pendidikan adalah sentral dari segalanya. Pendidikan adalah pre-cursor untuk keberhasilan di bidang apa saja. Hanya melalui pendidikan kita akan mampu terhindar dari kemiskinan dan keterbelakangan. Pendidikan akan memungkinkan kita mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang baik. Pendidikan juga akan memungkinkan kita menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan daya saing kita. Pendidikan yang baik juga akan melahirkan insan politik yang berbobot dan bermoral. Akan mewujudkan proses politik yang sehat, cara berpolitik yang dewasa dan terhormat, dan menghadirkan partai politik yang memiliki dan menjunjung martabat.

Hanya Pendidikan yang akan mampu menjamin masa depan kita. Menjamin masa depan Bangsa dan Negara kita. Menjamin survival kita di tengah persaingan dunia yang semakin ketat. Masyarakat Indonesia Sejahtera akan dapat kita wujudkan apabila semua warga negara kita mendapat pendidikan yang baik, memiliki pendidikan tinggi, bukan hanya bisa baca tulis. Dan negara akan mampu menyediakan pendidikan yang baik kalau ekonomi kita terus tumbuh dengan pesat. Apabila Kebijakan ekonomi kita tetap diorientasikan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Apabila pembangunan ekonomi kita tetap bertumpu pada comparative advantage kita.

Pembangunan Ekonomi kita tidak boleh terganggu, apalagi berhenti, hanya karena euphoria kebebasan. Masyarakat yang demokratis tidak diciptakan dalam semalam. Butuh proses, butuh pendidikan, dan butuh pembinaan, bukan taken for granted. Tidak boleh ada complacency. Tidak boleh ada puas diri. Stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi harus terus kita jaga. Dan kesejahteraan rakyat harus tems kita tingkatkan.

Thema Peringatan Kemerdekaan Tahun ini sungguh tepat. Insya Allah, dengan bekal Taqwa, Kerja keras, Kejujuran, Persatuan dan Kebersamaan, Bangsa Indonesia akan berhasil mencapai dan mewujudkan cita-cita Kemerdekaannya.

Dirgahayu Republik Indonesia.

Sekian, Wassalamu' alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

 

Jenewa, 17 Agustus 2013

PIDATO
DUTA BESARIW AKIL TETAP R.I. DI JENEWA
PADA UPACARA PERINGATAN
PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE - 68
JENEWA, 17 AGUSTUS 2013
Ibu-Ibu, Bapak -Bapak,
Saudara-Saudara sekalian,
Masyarakat Indonesia di Jenewa dan Sekitarnya, yang Saya Hormati,
Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua
Hari ini, Sabtu, tanggal 17 Agustus 2013, kita Bangsa Indonesia di
seluruh pelosok Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dan Para Warga
Negara Indonesia yang berada di berbagai belahan dunia, bersama-sama
serentak memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68.
Perayaan Kemerdekaan Indonesia tahun ini juga mempunyai arti khusus
karena bertepatan dengan 15 tahun Reformasi kita. Reformasi yang merubah
tatanan kehidupan berbangsa dan bemegara Indonesia. Reformasi yang
merubah wajah negara dan bangsa kita dalam perjalanan sejarah ke depan.
Saya garis bawahi masa 15 tahun paska reformasi ini sebagai suatu hal yang
pantas untuk dicatat. Rentang waktu 1 5 tahun merupakan rentang waktu
penting yang digunakan untuk menetapkan target dan sasaran. Rentang waktu
untuk membuat assessment dan mengukur capaian. MDGs dirumuskari tahun
2000 dengan rentang waktu capaian 15 tahun. Dan sekarang kita juga dalam
proses merumuskan Agenda Pembangunan Paska-2015, juga dengan rentang
waktu 15 tahun sampai tahun 2030.
Enam puluh delapan tahun yang lalu, Bangsa Indonesia menyatakan
Kemerdekaarmya, melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Pada hari itu,
Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, perjalanan perjuangan Bangsa Indonesia yang
sangat pci.njang untuk menjadi sebuah Bangsa yang Merdeka dan Berdaulat
mencapai titik kulminasinya melalui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang
diucapkan oleh Sukamo dan Batta mewakili Bangsa Indonesia. Perjuangan
Bangsa Indonesia untuk merdeka itu ditempuh dan dilakukan melalui sebuah
perjuangan yang penuh dengan pengorbanan. Pengorbanan harta
benda, darah d an nyawa para pendahulu kita itu wajib terus kita kenang, kita
jadikan suri tauladan, dan landasan bagi perjuangan kita untuk mengisi
Kemerdekaan yang telah mereka berikan kepada kita semua.
1
Tanpa pengorbanan dan perjuangan mereka itu :
Kita mungkin hari ini belum menjadi Bangsa Merdeka.
Kita mungkin juga tidak menikmati kebebasan dan kemajuan seperti hari
ini ..
Kita bahkan mungkin juga tidak akan berada disini pada hari ini.
Oleh karena itu, tidak ada lain yang dapat kita berikan kepada mereka
selain menjadikan perjuangan dan pengorbanan mereka, sebagai bekal tekad,
panduan dan pegangan kita, untuk mengisi Kemerdekaan kita, mewujudkan
tujuan Proklamasi kita, yaitu Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan
makmur.
Saudara-Saudara Sekalian yang Saya Hormati,
Refonnasi yang dilakukan Bangsa Indonesia 15 tahun lalu, juga dapat
kita katakan sebagai Proklamasi Kedua Bangsa Indonesia. Refonnasi ini telah
memberikan wujud dan wajah barn kepada negara kita. Refonnasi telah
menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.
Melalui Refonnasi kita sekarang memiliki dan menikmati berbagai kebebasan
yang menjadi salah satu ciri masyarakat demokrasi. Kita juga dapat
menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dan Demokrasi dapat berjalan seiring.
Melalui Refonnasi, penghonnatan Hak Asasi Manusia menjadi acuan dan nilai
dalam kehidupan berbangsa dan bemegara kita. Akuntabilitas juga menjadi kata
kunci dalam menyelenggarakan tugas negara. Pendek kata, melalui Refonnasi,
berbagai tatanan barn dan nilai-nilai universal kita jadikan pedoman dan tolok
ukur dalam perjalanan berbangsa dan bemegara.
Namun demikian, kita tetap harus
pertanyaan.
menyisakan sejumlah
Pertanyaan : Apakah perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia, sejak
Proklamasi Kemerdekaan, telah berhasil mewujudkan semua eita-eila
Kemerdekaan ?
Atau dengan kata lain, apakah Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan
UUD 1945 sudah berhasil kita wujudkan dalam 68 tahun kita merdeka ?
Apakah Reformasi 1998 menjadikan kondisi sosial politik dan kondisi
sosial ekonomi negara kita menjadi lebih baik sekarang. Apakah eradikasi
KKN sebagai slogan Reformasi sudah berhasil membantu mendorong
pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Bangsa ?
2
Kita juga masih dapat bertanya :
Apakah kebebasan yang !dta peroleh sebagai hasil Reformasi telah
digunakan secara tepat dan membawa manfaat kepada masyarakat !dta ?
Apakah kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan mengemukakan
pendapat yang diperjuangkan melalui Reformasi, justru menimbulkan
sejumlah persoalan kepada kita ?
Apakah anar!dsme, sikap beringas di sebagaian masyarakat !dta dewasa
ini, masih dapat kita kategorikan sebagai wujud kebebasan berekspresi ?
dan terakhir, apakah Reformasi !dta telah memperkuat persatuan dan
kesatuan Bangsa kita, menumbuhkan dan meningkatkan stabilitas nasional !dta ,
Saudara-Saudara Sekalian.
Thema Peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun ini yaitu ajakan untuk
Menjaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi guna Meningkatkan
Kesejahteraan Rakyat, sungguh sangat tepat. Thema tersebut sangat tepat
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sebut tadi.
Mengapa kita bieara mengenai Pembangunan Ekonomi dan Stabilitas
Politik. Apa kaitan kedua hal tersebut dengan Kesejahteraan Rakyat? "
Negara kita telah berdiri selama 68 tahun. Kit a juga telah menjadi Bangsa
yang merdeka selama 68 tahun. Namun kita masih tetap perlu bertanya, apakah
kita sudah mewujudkan semua yang menjadi cita-cita kemerdekaan kita. Citacita
yang secara explisit dirnandatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Apakah
negara kita sudah memberikan semua yang harus diberikan kepada rakyatnya,
sebagaimana dituliskan dalam pasal-pasal Batang Tubuh UUD 1945.
Harus kita akui bahwa sebagian sudah !dta capai.
Harus kita katakan bahwa sebagian sudah !dta peroleh.
Tetapi, harus pula kita akui dan kita katakan, bahwa sebagian lain
masih belum !dta capai. Sebagian lain masih belum kita peroleh.
3
Dengan jujur kita dapat berkata, bahwa masih banyak yang harus
dilakukan oleh negara, banyak yang masih harus dilakukan Pemerintah, dan
banyak yang masih harus dilakukan para pemimpin dan diri kita masing-masing,
rakyat Indonesia secara keseluruhan, untuk mencapai dan mewujudkan cita-cita
kemerdekaan kita.
Kita bersyukur Reformasi telah menempatkan Bangsa Indonesia di tempat
yang terhormat di lingkungan pergaulan Intemasional. Kita Bersyukur bahwa
Reformasi telah menjadikan Indonesia mampu merancang kebijakan ekonomi
yang baik, sehingga kita mampu bertahan dalam gejolak gelombang kesulitan
ekonomi dunia tahun 2008 yang masih terus berlangsung sampai sekarang. Kita
juga bersyukur bahwa saat ini kita sudah mengenyam dan memiliki banyak
kebebasan dibandingkan dengan keadaan 15 tahun lalu. Kita juga bersyukur
bahwa hak asasi manusia semakin dihormati dan dijunjung tinggi di negara
kita. Demikian pula hak-hak dasar warga negara juga semakin diperhatikan,
dijaga dan dilindungi. Banyak kemajuan yang te1ah kita capai melalui
Reformasi.
Namun demikian, upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan negara seperti
disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, dan juga cita-cita Reformasi masih
harus terus diupayakan. Harus terus diperjuangkan.
Kita masih harus terus mengupayakan kesejahteraan bagi rakyat
Indonesia.
Kita masih harus terus mengupayakan pemberian pendidikan
kepada rakyat kita.
Dan kita juga masih harus terus mengembangkan kehidupan politik
yang sehat dan dewasa, kehidupan politik yang bermartabat dan
beretika. Bukan kehidupan politik yang Machiavellian.
Kita juga masih perlu terus menumbuhkan sikap toleran dan
menghargai perbedaan, apakah itu perbedaan agama, perbedaan
aliran agama, perbedaan etnis maupun perbedaan orientasi politik.
Kita juga wajib menjaga agar kebebasan dan demokrasi tidak
mengancam kerukunan dan persatuan Bangsa. Demokrasi dan
kebebasan harus memberikan keamanan dan ketenteraman kepada
rakyat, dan tidak boleh mengancam stabilitas nasional kita.
4
Saudara-Saudara sekalian yang saya hormati,
Ada kaitan yang erat antara Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi
dan Kesejahteraan Rakyat. Dahulu kita mengenal konsep pembangunan yang
kita sebut Trilogi Pembangunan: yaitu Stabilitas Politik dan Kearnanan,
Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan Hasil pembangunan. Sekarang kita
mengenal konsep pembangunan yang berkelanjutan, yaitu dengan
menarnbahkan aspek perlindungan dan kelestarian lingkungan hidup.
Kedua konsep pembangunan tersebut intinya sarna, yaitu bahwa pembangunan
ekonomi, pertumbuhan ekonomi hanya dapat dilakukan dengan baik bila
didukung oleh kondisi sosial politik yang kondusif. Pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai target sasaran yang diinginkan jika
stabilitas nasional terjaga baik.
Meskipun intinya sarna, narnun Konsep pembangunan yang kita ikuti
sekarang berbeda dengan konsep pembangunan sebelum Reformasi. Di masa
lalu, stabilitas nasional atau stabilitas politik diperlukan semata-mata untuk
menjamin dan menjaga laju pembangunan ekonomi. Stabilitas politik dijaga
dengan segala cara, termasuk bila perlu dengan mengekang kebebasan,
mengingkari HAM, atau mengingkari hak-hak dasar warga negara. Melalui
Reformasi, kita menempatkan stabilitas nasional, stabilitas politik dalarn
konteks pembangunan yang seimbang. Seimbang antara pembangunan
ekonomi dan pembangunan politik. Pembangunan yang didasarkan pada nil ainilai
demokrasi, termasuk di dalarnnya pengakuan terhadap kebebasan,
penghormatan terhadap hak asasi manusia, akuntabilitas, dan penegakan hukum
atau rule of law.
Oleh sebab itu sangat kita sayangkan, apabila kebebasan sekarang ini
banyak disalah-gunakan, salah diinterpretasikan, dan salah diimplementasikan,
sehingga dapat mengancam stabilitas politik dan stabilitas nasional itu sendiri.
Kebebasan sebagai buah Reformasi, oleh sebagian masyarakat kita, oleh
sebagian pe1aku politik kita, diartikan sebagai kebebasan untuk melakukan apa
saja. Infrastruktur dan proses demokrasi disalah-gunakan untuk melakukan halhal
yang justru menimbulkan kerawanan terhadap kebhinekaan kita. Ada banyak
contoh dan bentuk-bentuk penyalah-gunaan kebebasan berekspresi dan
berpolitik yang justru mengancarn stabilitas politik dan stabilitas nasional.
Penyalah-gunaan kebebasan seperti ini harus kita kendalikan, harus kita batasi,
dan harus kita hentikan, agar tidak mengancarn stabilitas nasional yang kita
perlukan untuk melakukan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan kondisi ekonomi dunia seperti sekarang ini saja kita sudah harus bekerja
ekstra keras untuk menjaga dan meningkatkan pe