Mission Indonesia

Dubes Triyono Paparkan Peran UNCTAD Sampai Isu Palestina pada Sidang MU PBB

October 25, 2013 Posted under Economy, Development and Environment Human Rights and Humanitarian Issues 

 

 

Rakyat Palestina masih mengalami berbagai kesulitan sangat serius akibat krisis fiskal dan isolasi perekonomian.

Hal itu disampaikan Wakil Tetap RI utuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Triyono Wibowo dalam kapasitasnya sebagai Presiden Trade and Development Board (TDB) UNCTAD, pada sidang Komite II Sidang Majelis Umum PBB-68, di New York, Kamis atau Jumat (25/10/2013) WIB.

Menurut Dubes,dalam laporan serta pembahasan mengenai Palestina selama pelaksanaan sidang TDB sesi ke-60, terungkap bahwa rakyat Palestina masih mengalami berbagai kesulitan sangat serius akibat krisis fiskal, isolasi perekonomian Palestina dari pasar internasional, tingkat pengangguran yang terus meningkat, serta berbagai keterbatasan surpply dan demand untuk pertumbuhan ekonominya.

"Beragamnya kesulitan yang dihadapi rakyat Palestina tersebut tidak dapat dipisahkan dari berbagai kebijakan represif Israel di wilayah pendudukan," demikian Dubes mengindikasikan.

Selain isu Palestina, di mana UNCTAD telah memberikan serangkaian bantuan yang dituangkan dalam sebuah laporan khusus bertajuk: Report on the Assistance to the Palestinian People, pada sidang itu juga dibahas isu-isu global lainnya.

Peran dan Kontribusi UNCTAD

Sebelumnya Dubes Triyono memaparkan peran dan kontribusiUNCTAD sebagai organ utama Majelis Umum PBB dalam menangani isu perdagangan, investasi dan pembangunan.

Menurut Dubes, melalui tiga pilar utamanya, yaitu pembinaan konsensus, riset dan analisis, serta bantuan teknis, UNCTAD dapat memberikan kontribusi memadai dan relevan dalam proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015.

Dalam sidang yang dihadiri oleh hampir seluruh negara anggota PBB, Dubes Triyono menjelaskan beberapa isu global yang akan menjadi perhatian UNCTAD dalam masa kepresidenannya.

Isu-isu global itu antara lain tindak lanjut berbagai konferensi internasional khususnya yang terkait dengan proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015, investasi dalam kaitannya dengan Global Value Chains (GVCs), evolusi sistem perdagangan internasional, serta bantuan UNCTAD kepada rakyat Palestina.

Semua isu tersebut telah terlebih dulu dibahas pada Sidang TDB sesi ke-60 di Jenewa, pada 16-27 September 2013.

"UNCTAD akan terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembahasan isu-isu pembangunan melalui evaluasi secara kritis dan konstruktif terhadap proses dan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs), serta mengidentifikasi berbagai indikator yang dapat digunakan dalam menyusun agenda pembangunan global pasca 2015," tegas Dubes.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam proses menyiapkan hari jadinya yang ke-50 pada 2014, UNCTAD berencana akan merayakannya dengan mendedikasikan pembahasan utama pada isu-isu agenda pembangunan global pasca 2015.

Terkait dengan isu investasi, Dubes Triyono memaparkan bahwa UNCTAD telah menerbitkan World Investment Report 2013 yang secara ekstensif membahas peranan Global Value Chains (GVCs) terhadap pembangunan.

Secara khusus ditekankan pentingnya pembuatan kebijakan-kebijakan relevan dengan memperhatikan situasi dan kekhususan masing-masing negara berkembang agar GVCs dapat berdaya guna secara optimal.

Selain itu, Dubes juga menyampaikan bahwa negara-negara anggota UNCTAD menginginkan agar isu perdagangan dapat dijadikan sebagai tujuan khusus dalam agenda pembangunan global pasca 2015. Melalui tujuan khusus ini diharapkan perdagangan internasional dapat menjadi katalisator penghapusan kemiskinan.

"Untuk itu, UNCTAD mengusulkan agar dalam agenda pembangunan global yang terkait dengan isu perdagangan internasional, berbagai indikator kuantitatif yang telah ada harus dibarengi dengan indikator kualitatif," pungkas Dubes.

Tawaran Peru

Pada akhir laporannya, Dubes Triyono mengharapkan agar Komite II SMU PBB-68 dapat menyetujui dan mengesahkan tawaran Peru untuk menjadi tuan rumah Konferensi UNCTAD XIV pada tahun 2016.

Dubes Triyono terpilih menjadi Presiden TDB UNCTAD pada sesi ke-60 persidangan badan tersebut yang dilaksanakan pada 16-27 September 2013.

Masa Kepresidenan Dubes Triyono yang akan berakhir pada September 2014, memiliki arti strategis serta akan menjadi masa bersejarah, mengingat selain tugas rutin memimpin pertemuan-pertemuan TDB, tugas Presiden TDB pada masa ini juga akan merencanakan dan melaksanakan perayaan ke-50 Hari Ulang Tahun UNCTAD, yang rangkaian acaranya akan dimulai pada April 2014.

Selain itu, pada masa Kepresidenan tahun 2013-2014 akan dilakukan proses mid-term review hasil-hasil Konferensi UNCTAD XIII di Doha tahun 2012, untuk dijadikan rujukan persiapan Konferensi UNCTAD XIV di Peru, tahun 2016.

 

Ambassador Triyono Wibowo

Dubes Triyono Wibowo saat menyampaikan pernyataannya dalam kapasitasnya sebagai Presiden Trade and Development Board (TDB) UNCTAD, pada sidang Komite II Sidang Majelis Umum PBB-68, di New York (dok. PTRI Jenewa)