Mission Indonesia

Parlemen Indonesia berkontribusi aktif dalam Pertemuan 130th IPU Assembly and Related Meetings yang berlangsung di Jenewa , Swiss, 16-20 Maret 2014

March 19, 2014 Posted under Special Events 

 

Delegasi Parlemen Indonesia dipimpin Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat  Republik Indonesia (DPR-RI), Andi Anzhar Cakra Wijaya, telah menghadiri Pertemuan 130th IPU Assembly and Related Meetings yang berlangsung di Jenewa, Swiss, 16-20 Maret 2014. Pertemuan yang bertema “The IPU at 125: Renewing Our Commitment to Peace and Democracy” tersebut diharapkan menghasilkan 4 resolusi terkait peran parlemen dalam isu nuclear free world, perlindungan anak-anak migran, dan risk resilient development. Pertemuan juga akan menghasilkan resolusi terkait pemulihan perdamaian dan keamanan di Republik Afrika Tengah yang merupakan emergency item yang diajukan Maroko dan didukung penuh oleh delegasi RI.

 

Anggota DPR RI yang hadir dalam Pertemuan ini adalah Andi Anzhar Cakra Wijaya, Nurhayati  Ali Assegaf, A. Edwin Kawilarang, Herlini Amran, Nazarudin Kiemas, Achsanul Qosasi, Arief Budimanta, Iskan Qolba Lubis, dan Dodi Reza Alex Noerdin. Pertemuan juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah yang terdiri dari Parlindungan Purba, Istibsyaroh, Muslihuddin Abdurrasyid, dan Ella M. Giri Komala.

 

Partisipasi aktif delegasi RI antara lain nampak dalam pertemuan Executive Committee IPU, dimana anggota DPR-RI Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah memimpin pertemuan Woman Parliamentarians yang membahas berbagai kemungkinan masukan dari perspektif gender terhadap berbagai draft resolusi yang akan dinegosiasikan selama pertemuan.

 

Dalam Sidang 194th Session of the Governing Council, Parlemen Indonesia juga menyampaikan pidato berkaitan dengan penyelenggaraan Parliamentary Conference on the World Trade Organization yang diselenggarakan di Bali di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization bulan Desember tahun lalu. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Parliamentary Conference tersebut, Parlemen Indonesia turut bangga atas keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan KTM WTO IX yang menghasilkan kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri kebuntuan dalam negosiasi Doha Round. Diharapkan parlemen-parlemen dunia dapat terus memainkan peran dalam memastikan implementasi efektif komitmen yang dicapai oleh pemerintah masing-masing, termasuk Paket Bali (Bali Package).

 

Pada mata agenda terkait risk-resilient development, Parlemen Indonesia  menyuarakan mengenai berbagai langkah yang telah dilakukan Indonesia  dalam rangka memberikan perhatian yang memadai terhadap penanganan bencana alam (disaster risk reduction/DRR) termasuk mensahkan kerangka hukum dan menekankan perlunya masyarakat internasional untuk terus memberikan perhatian terhadap isu DRR dan terus memperhatikan kaitan/linkage antara aktivitas pembangunan dengan penanganan bencana.

 

Terkait isu-isu kemanusiaan, Parlemen Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk antara lain isu migrant children, baik yang diakibatkan oleh situasi konflik ataupun yang diakibatkan berbagai alasan migrasi lainnya. Posisi ini disampaikan oleh Delegasi Parlemen Indonesia dalam Panel Discussion on Promoting the Child's Best Interest:  the Case of Migrant Children, yang merupakan acara panel diskusi utama pada Sidang IPU tahun 2014 ini.

 

Parlemen Indonesia juga aktif berkontribusi dalam pembahasan di berbagai standing committee dan dalam kesempatan IPU ke-130 ini berhasil memperjuangkan keanggotaan Indonesia dalam Standing Committee on the United Nations Affairs guna memastikan kontribusi Indonesia maupun meningkatkan profil Indonesia di dalam pembahasan isu terkait dalam forum multilateral ini. Selain sebagai anggota biro Komite ini, Indonesia juga merupakan anggota biro Standing Committee on Peace and International  Security dan Committee on the Middle East Question dalam forum IPU ini .

 

Di sela-sela Pertemuan, Delegasi RI juga melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan Parlemen Republik Islam Iran dan Hongaria serta pertemuan dengan Special Representative of the Secretary-General (SRSG) for Disaster Risk Reduction, Margaretha Wahlstrom.

 

Selain itu, pada saat yang sama juga telah diselenggarakan pertemuan “the Association of Secretaries General of Parliaments (ASGP)yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPR RI. Dalam pemilihan yang diselenggarakan di sela-sela pertemuan ini, Indonesia berhasil terpilih sebagai anggota Executive Committee ASGP, untuk periode 2014-2016. Badan yang beranggotakan 11 (sebelas) negara ini berperan penting dalam mengendalikan roda kegiatan ASGP, sebagai wadah yang memfasilitasi komunikasi antara pemangku jabatan Sekretaris Jenderal Parlemen dari berbagai negara di dunia.

 

Jenewa, 19 Maret 2014

 

 

========================

 

IPU - Jenewa