Mission Indonesia

Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan ITU dengan Suara Terbanyak

October 12, 2010 Posted under Economy, Development and Environment 

 

“Diplomasi Indonesia sekali lagi memperoleh pengakuan masyarakat internasional, dengan terpilihnya kembali Indonesia menjadi anggota Dewan Badan Telekomunikasi Dunia/ International Telecommunication Union (ITU) pada pemilihan yang dilakukan di sela-sela Pertemuan Plenipotentiary Meeting ke-10 (ITU-PP 10), di Guadalajara, Meksiko tanggal 11 Oktober 2010.” Demikian ditegaskan Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani, seusai diumumkan hasil pemilihan oleh pihak ITU pada tanggal 11 Oktober 2010.   

Dalam pemilihan tersebut, Indonesia mendapatkan suara terbanyak untuk Region E (Asia & Australasia) sejumlah 135 suara. Sementara 12 kursi lainnya direbut oleh China (134), Jepang (133), Malaysia (127), Republik Korea (125), Bangladesh (123), Thailand (121), Australia (119), India (119), UAE (114), Kuwait (108), Arab Saudi (105), Filipina (97). Sementara itu, Pakistan,Srilanka, Lebanon dan Syria tersungkur dalam pemungutan suara untuk menjadi anggota Dewan ITU. “Sukses ini berkat koordinasi yang sangat solid dari seluruh delegasi dan instansi terkait“ ujar Dubes Djani. Pertemuan ITU-PP 10 sendiri telah berlangsung sejak tanggal 4 Oktober 2010 dan akan berakhir pada tanggal 22 Oktober 2010.

Lebih lanjut, Dubes Djani menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia ini merupakan hasil sinergis kerja keras seluruh pihak terkait melalui serangkaian pendekatan yang dilaksanakan di semua tingkatan baik oleh Menkominfo Indonesia, Bapak Tifatul Sembiring, delegasi pemerintah lainnya dari Kemlu, Kominfo, PTRI Jenewa, dan KBRI Meksiko maupun para operator telekomunikasi Indonesia, yang juga turut hadir dalam konferensi ini. 

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Meksiko, Hamdani Djafar yang dihubungi secara terpisah menjelaskan bahwa terpilihnya Indonesia dengan suara terbanyak untuk Region E tersebut merupakan bukti apresiasi dunia terhadap kiprah Indonesia selama ini di bidang telekomunikasi, dan hasil dari pendekatan yang dilakukan sejak lama dan secara intensif, baik kepada Perutusan Tetap negara anggota ITU di Jenewa, maupun pendekatan yang dilakukan Kedutaan-Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara anggota ITU.

Dalam kaitan itu, PTRI Jenewa secara khusus juga telah menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Sekretariat ITU yang bermarkas di Jenewa. “Upaya lobi intensif yang telah kita lakukan melalui seluruh perwakilan RI sejak setahun yang lalu, serta pengaturan strategi kampanye yang jitu terbayar dengan hasil yang sangat membanggakan” demikian lebih jauh dituturkan oleh Dubes Djani.

Sesuai konstitusi ITU, Dewan ITU adalah lembaga tertinggi di organisasi ini yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi program kerja dan anggaran yang telah berjalan serta merancang dan menyetujui rencana kerja dan rencana keuangan ITU di masa depan. Dengan demikian keanggotaan Indonesia di ITU memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dan langsung dalam menentukan arah pembangunan telekomunikasi internasional, sekaligus merancang program kerja ITU untuk kepentingan seluruh negara anggota dan industri telekomunikasi dan informasi.

Sebelum pemilihan berlangsung, Indonesia menyelenggarakan “Indonesian Reception” pada hari Jumat, 8 Oktober 2010, yang menampilkan tarian tradisional Ngarojeng Betawi dan Topeng Rahwana Kelana dari Jawa Barat, serta pertunjukan Angklung Interaktif dimana semua peserta resepsi bekerjasama untuk memainkan lagu bersama-sama menggunakan angklung yang dibagikan sebagai cindera mata. Acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan musik tradisionalIndonesia telah menciptakan kesan yg sangat mendalam bagi para undangan.

Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Indonesia yang menjadi tuan rumah, dalam sambutannya menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu meningkatkan kinerja ITU mengupayakan terwujudnya sarana telekomunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas dengan biaya yang terjangkau.

ITU adalah salah satu badan PBB yang memiliki mandat untuk menerapkan regulasi terhadap teknologi informasi dan komunikasi pada tingkat global seperti penggunaan spektrum radio, orbit satelit komunikasi diluar angkasa, peningkatan prasarana telekomunikasi di negara berkembang serta penerapan standar telekomunikasi internasional. ITU berpusat di Jenewa, Swiss dan memiliki 191 negara anggota termasuk Indonesia.
 
Jenewa, 12 Oktober 2010