Mission Indonesia

Menkes RI tekankan kesiapan dunia menghadapi pandemik influenza dan upaya untuk atasi penyakit tidak menular dihadapan Dewan Kesehatan Dunia

May 21, 2011 Posted under Health and Labour Issues 

 

“Diselesaikannya negosiasi penyusunan kerangka kerja untuk kesiapan dunia menghadapi pandemik influenza merupakan capaian yang sangat momental dan memperkuat perlindungan bagi kesehatan masyarakat dunia secara setara, adil dan transparan”, demikian ditegaskan oleh Menteri Kesehatan RI, DR Endang Rahayu Sedyaningsih, di depan 193 delegasi negara peserta Sidang World Health assembly ke-64 yang berlangsung di Jenewa tanggal 16 -24 Mei 2011. Sidang dipimpin oleh Presiden Assembly, DR. Christos Patsalides, yang mewakili Uni Eropa. Sidang tersebut dihadiri pula oleh Delegasi RI yang dipimpin oleh Menkes RI, dan beranggotakan Dubes/Watapri Jenewa, Dewatapri Jenewa, Dirjen P2PL Kemkes, Dirjen Bina Upaya Kesehatan, serta unsur-unsur Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, BPOM , dan PTRI Jenewa.

 Menteri Kesehatan juga telah memaparkan posisi Indonesia yang menyadari besarnya ancaman yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular yang pada gilirannya mempengaruhi kondisi ekonomi dan sosial suatu negara. Untuk mengatasinya, Indonesia menerapkan pendekatan primer berupa perubahan perilaku atas pola hidup, yang didukung oleh pembentukan dan penguatan regulasi dan aturan yang mendorong perubahan perilaku dimaksud. Pada saat yang sama, didukung pula dengan pendekatan sekunder dan tersier berupa penyediaan obat-obatan dan pelayanan kesehatan di klinik dan RS, yang membutuhkan koordinasi multisektoral dalam mengatasinya. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga melakukan pengembangan obat dan pengobatan tradisional. Di samping itu, Sidang juga membahas sejumlah isu mengenai reformasi WHO, International Health Regulations, Draft HIV/AIDS Strategy, Imunisasi, Malaria, smallpox eradication, Child injury prevention dan isu mengenai Substandard/spurious/falsely-labelled/falsified/counterfeit medical products.

 Pada tahun 2011, Sidang WHA yang merupakan forum pengambil keputusan tertinggi badan kesehatan dunia (WHO) ini telah memilih topik mengenai “Prevention and Control of Noncommunicable Disease”. Melalui Topik tersebut Sidang akan memfokuskan pada kerjasama internasional dalam menangani penyakit-penyakit kronis, seperti hipertensi, kanker, dan stroke, yang menunjukkan kecenderungan sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Di samping itu, Sidang juga akan membahas sejumlah isu mengenai reformasi WHO, International Health Regulations, Draft HIV/AIDS Strategy, smallpox eradication, Child injury prevention dan isu mengenai Substandard/spurious/falsely-labelled/falsified/counterfeit medical products.

 Dirjen WHO, DR Margareth Chan yang menyampaikan pidatonya pada Sesi Pembukaan, menyampaikan sejumlah perkembangan kerjasama internasional di bidang kesehatan dan tantangannya. Dalam kaitan ini, Dirjen WHO meminta dukungan negara-negara anggota untuk lebih memberikan perhatian pada upaya memperkuat WHO melalui upaya-upaya reformasi badan kesehatan dunia ini yang tengah menjadi rintisan bersama.

 Dalam kaitan dengan pembahasan mengenai penyakit-penyakit kronis, Sidang juga akan membahas agenda tersebut dan merencanakan suatu outcomes berupa resolusi yang mendukung Moscow Declaration sebagai dokumen hasil dari “First Ministerial Conference on Prevention and Control of Non communicable Disease” yang sebelumnya telah diadakan di Moskow pada tanggal 28-29 April 2011.

 Wakil Tetap RI untuk Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani menegaskan bahwa agenda mengenai kesiapan dunia menghadapi pandemi influenza yang resolusinya direncanakan akan disepakati di Sidang ini, merupakan buah dari perjuangan panjang Indonesia untuk memperjuangkan suatu pendekatan internasional yang dapat memastikan bahwa pengiriman virus influenza dari suatu negara untuk digunakan bersama (virus sharing) akan sekaligus bersamaan dengan kepastian terdapatnya akses terhadap vaksin dan benefit sharing lainnya. Disebutkan pula bahwa perjuangan yang dimulai empat tahun tersebut telah memberikan keuntungan bagi Indonesia dan negara-negara berkembang terhadap sistem yang sebelumnya dinilai kurang berimbang.

Sidang ke-64 WHA juga telah mengambil keputusan terhadap resolusi mengenai situasi kesehatan di Palestina sebagai akibat dari pendudukan dan blokade bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat oleh Israel. Dalam sesi general debate, Delegasi RI sampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi kesehatan warga Palestina akibat kebijakan dan praktek pemerintah Israel yang tidak manusiawi seraya menggarisbawahi bahwa blokade bantuan kemanusiaan hanya akan memberikan dampak kesehatan yang buruk khususnya kepada perempuan, anak-anak dan lanjut usia. Lebih dari itu, Delri juga tegaskan bahwa kebijakan dan praktek dimaksud tidak sesuai dengan hukum HAM dan humaniter internasional seraya tekankan bahwa Israel memiliki kewajiban untuk memenuhi hak atas kehidupan dan kesehatan yang layak bagi warga Palestina. Resolusi dimaksud telah disahkan melalui pemungutan suara.

Di sela-sela partisipasinya pada Sidang ke-64 WHA ini, Menkes RI juga telah melakukan sejumlah pertemuan bilateral dalam rangka meningkatkan kerjasama bidang kesehatan dengan para menteri kesehatan dari Nepal, Singapura, RR China, dan Oman. Menkes RI juga telah menghadiri Pertemuan para Menkes ASEAN, tanggal 15 Mei 2011; Pertemuan Menkes Foreign Policy and Global Health tanggal 17 Mei 2011; serta Pertemuan Menkes Gerakan Non-Blok pada tanggal 18 Mei 2011.

Jenewa, 21 Mei 2011