Mission Indonesia

Pesona Batik, Tenun Ikat dan Songket Indonesia Memukau Kalangan Masyarakat Internasional di Jenewa

April 07, 2011 Posted under Human Rights and Humanitarian Issues 

 

Gemuruh tepuk tangan dan pujian memenuhi markas besar International Labour Organization Jenewa seiring selesainya peragaan busana siap pakai dan aksesoris batik, tenun ikat dan songket Indonesia dalam acara United Nations Women’s Guild (UNWG) coffee morning, tanggal 5 April 2011.

Ratusan penonton yang bergabung dalam organisasi UNWG terkesima dan berdecak kagum menikmati beragam koleksi busana siap pakai. Enam orang istri diplomat dan dua diplomat perempuan Indonesia yang bertugas di PTRI Jenewa tampil elegan dan menawan saat memperagakan berbagai busana tersebut. Berbagai kain batik Solo, Cirebon, Lasem, dan Pekalongan, maupun tenun ikat Flores, Bali,  Ulos Batak, dan Songket Padang serta Palembang ikut menambah warna-warni kain tradisional Indonesia yang turut dipajang dalam acara tersebut.

Belum lagi iringan lagu Pasir Berantai dan Ampar-ampar Pisang asal Kalimantan Selatan yang berhasil menciptakan ambiance dinamis dan fun dalam acara tersebut. Antusiasme penonton begitu terasa lewat tepuk tangan dan seruan bravo yang mengiringi acara peragaan busana dari awal hingga selesai.

“Amazing….simply amazing…the vibrant colors and their unique patterns are so beautiful, I want to wear one myself “, seru salah seorang penonton asing mengomentari koleksi pakaian dan tas yang ditampilkan. Banyak pula penonton yang menyampaikan minat mereka untuk mengoleksi kain, pakaian, dan aksesoris khas Indonesia tersebut.

“Promosi budaya Indonesia ini merupakan kontribusi nyata dan bentuk kecintaan kami kepada tanah air tercinta”, demikian disampaikan Ibu Lista Damayanti Djani, istri Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, WTO dan Organisasi internasional lainnya di Jenewa, yang sempat memberikan sambutan pengantar di awal acara. “Kekayaan budaya Indonesia, termasuk beraneka kain tradisional yang begitu kaya, sangat layak untuk ditampilkan. Hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta pada budaya Indonesia”, lanjut beliau.

Acara coffee morning bertambah semarak dengan aneka hidangan lezat khas Indonesia seperti siomay bandung, bihun goreng Jawa, dan aneka kue tradisional seperti talam ubi, onde-onde dan lumpia. Berbagai kerajinan tradisional Indonesia juga diberikan sebagai door prize bagi mereka yang beruntung. Kerjasama yang sangat baik dan harmonis dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Jenewa juga menjadi kunci kesuksesan acara ini. Tidak heran jika banyak penonton yang menanyakan kapan acara serupa akan digelar kembali. Bravo perempuan Indonesia...

 

 7 April 2011