Mission Indonesia

RI Perjuangkan Simulasi Model Iklim untuk Negara Tropis di Kongres WMO

May 17, 2011 Posted under Economy, Development and Environment 

 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Sri Woro B. Harijono menegaskan bahwa pemodelan iklim di negara-negara tropis terutama di Indonesia memberikan manfaat besar terhadap kehidupan sosial ekonomi petani dan nelayan. Oleh karenanya Indonesia siap menjadi tuan rumah bagi Regional Training  Center for Tropical Maritime Meteorology (RTCTMM). Hal tersebut disampaikan Dr. Sri Woro selaku Ketua Delegasi Indonesia, sesaat setelah menyampaikan pidatonya dihadapan para Kepala Negara/Pemerintahan dan menteri-menteri negara anggota WMO, pada acara High Level Segment Kongres ke-16 World Meteorological Organization (WMO) di Jenewa tanggal 16 Mei 2011.

 

“Sebagai negara agraris dan kepulauan, Indonesia sangat berkepentingan mendorong Kongres WMO ke-16 mengupayakan terwujudnya simulasi model iklim yang akurat di negara-negara tropis dan negara berkembang lainnya, guna menjamin akurasi ramalan cuaca dan iklim yang dapat dijadikan acuan pengambilan keputusan terhadap pengembangan produk pertanian dan pelayaran para nelayan”. Demikian diungkapkan oleh Dr. Sri Woro.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Indonesia akan memperjuangkan dibentuknya RTCTMM, yang akan berkedudukan di Indonesia, sebagai wadah proses alih teknologi serta peningkatan pembangunan kapasitas dari negara maju ke negara berkembang.  Menurut Dr. Sri Woro, peningkatan kemampuan menyediakan ramalan iklim dan cuaca yang akurat di negara-negara tropis dan berkembang akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja model iklim global, mengingat fenomena iklim bersifat saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

 

Sementara itu, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani menyatakan bahwa usulan konkrit Indonesia ini semakin memantapkan posisi strategis Indonesia di forum-forum multilateral khususnya di WMO. “Usulan baru Indonesia ini akan semakin menguatkan pengakuan masyarakat internasional terhadap Indonesia yang memiliki posisi strategis sekaligus sebagai Presiden Regional Association WMO untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya, dan sebagai anggota Executive Council WMO”. Dubes Djani juga menggarisbawahi peran penting Indonesia dalam penyusunan Global Framework for Climate Services (GFCS), yang merupakan kerangka kerja global untuk layanan iklim, dimana Prof. Dr. Emil Salim menjadi salah seorang anggota High Level Task Force  penyusunan GFCS.

 

Kongres yang akan berlangsung di Jenewa tanggal 16 Mei-3 Juni 2011, adalah pertemuan badan tertinggi WMO yang diadakan setiap 4 tahun dan dihadiri oleh sejumlah Kepala Negara/Pemerintahan serta menteri-menteri terkait dari negara-negara anggota. Kongres kali ini akan membahas rencana strategis dan operasional WMO untuk empat tahun ke depan, khususnya penetapan GFCS, sebagai tindak lanjut hasil the Third World Climate Conference (WCC-3) yang dilaksanakan di Jenewa pada bulan September 2009. Selain itu, Kongres juga akan memilih Presiden dan Sekjen serta beberapa anggota Executive Council WMO.

 

Jenewa, 17 Mei 2011