Mission Indonesia

27 Mahasiswa Muslim Rusia akan Perdalam Studi Keislaman di Indonesia

http://www.kemlu.go.id/

June 11, 2011

 

Sebanyak 27 mahasiswa muslim Rusia akan memperdalam studi keislaman di berbagai perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta.

Para mahasiswa yang tiba di Indonesia tanggal 11 Juni 2011 berasal dari berbagai wilayah di Rusia, yaitu Moskow, Kazan/Tatarstan, Grozny/Chechnya dan Makhachkala/Dagestan. Mereka mengambil berbagai progam pendidikan baik sarjana (S-1), master (S-2) dan doktor (S-3) pada berbagai  jurusan atau spesialisasi, seperti syariah, ekonomi Islam dan tilawah.

Dalam pertemuan dengan para mahasiswa terebut di KBRI Moskow sehari sebelum keberangkatan ke Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang memiliki tekad untuk belajar agama Islam di Indonesia.

“Mereka ini adalah pionir dalam mengembangkan hubungan antara bangsa Indonesia dan Rusia tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi pendidikan, sosial dan budaya pada umumnya. Buah dari studi tersebut baru akan kelihatan pada satu dekade kedepan”, kata Duta Besar Hamid Awaludin.

Pertemuan dihadiri oleh delegasi Indonesia yang mengikuti “Interfaith Dialog Indonesia-Rusia”, seperti Prof. Dr. H. Abdul Djamil, Kabalitbang Kementerian Agama, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Rektor UIN Jakarta, Dr. KH Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gonto dan Prof. Dr. Philip K. Wijaya, Perwakilan Etnis China dan Walubi, serta Alberd Pardede, Kasubbag Perencanaan Setditjen IDP, Kemlu.

Hadir pula Indira Khayretdinova dari Bidang Kerjasama Pendidikan Luar Negeri Dewan Mufti Rusia, Khamzat Khirokhmatov, Wakil Mufti Republik Chechnya dan Mukhammad-Arif Darvishov dari Institut Teologi dan Hubungan Internasional Makhachkala, Dagestan.  

Menurut Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Indonesia merupakan salah satu tempat yang dapat dijadikan studi belajar memperdalam keislaman.

“Indonesia dan Rusia adalah negara yang sama-sama multi etnik dan multi agama. Pendidikan yang diperoleh dapat bermanfaat besar bagi mahasiswa itu sendiri dan masyarakat pada umumnya dengan mengedepankan toleransi antar sesama”, kata Prof. Dr. Komarudin Hidayat.

Sementara itu, Mukhammad-Arif Darvishov menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa muslim Rusia belajar di Indonesia.

“Kami sangat senang bahwa mahasiswa kami yang sedang belajar saat ini di Indonesia baik-baik saja. Dengan pengiriman mahasiswa baru ini diharapkan dapat lebih mendekatkan hubungan antar masyarakat kedua bangsa” ujar Mukhammad-Arif.

Ditambahkan bahwa pengetahuan tentang Indonesia, perkembangan pemikiran dan praktek Islam di Indonesia menjadi dasar penting untuk dipelajari. Indonesia mengenal toleransi intern umat beragama dan antar umat beragama.

Pengiriman mahasiswa muslim tahun 2011 ini merupakan yang kedua kali, setelah tahun 2010 sebanyak 10 mahasiswa muslim Rusia memperdalam studi Islam di UIN Malang.

Kerjasama ini merupakan salah satu implementasi dari kerjasama antar perguruan tinggi Islam di Rusia dan Indonesia yang ditandatangani pada akhir tahun 2009 lalu ketika Rektor Universitas Islam Rusia, Univesitas Islam Moskow dan Institut Teologi dan Hubungan Internasional Makhachkala berkunjung ke Indonesia.

Bersamaan dengan ketibaan rombongan mahasiswa muslim Rusia, akan tiba pula 8 orang spesialis ekonomi dan perbankan Rusia yang akan melakukan pembelajaran perbankan Syariah di Bank Muamalat Indonesia tanggal 11-20 Juni 2011.

Mereka berasal dari Gazprombak, Logistic investment Group “Safinat”, Universitas Islam Rusia, Bank Express, Hazina Finance, Association of credit organization of Bashkortostan dan Dewan Mufti Rusia.