Mission Indonesia

Australia cabut larangan ekspor sapi ke RI

http://www.bbc.co.uk

July 06, 2011

 

Australia mencabut larangan ekspor sapi hidup ke Indonesia yang diberlakukan sejak awal Juni lalu.

Menteri Pertanian Joe Ludwig mengatakan pihaknya puas sapi-sapi Australia tidak akan diperlakukan secara buruk di Indonesia.

Pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi hidup menyusul program televisi ABC yang menayangkan pemotongan sapi di beberapa rumah potong di Indonesia tidak sesuai standar yang ditetapkan.
Tayangan yang antara lain memperlihatkan sapi dipotong ekornya sebelum disembelih ini menimbulkan kecaman di Australia.
Wakil Menteri Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurti mengkritik tayangan yang ia sebut memberikan citra negatif tentang Indonesia di luar negeri.

"Saya rasa ABC menerapkan jurnalisme yang tidak adil, karena yang ditayangkan hanya praktek yang buruk. Kami melihat ini sebagai satu insiden khusus," kata Bayu.
Indonesia adalah pasar terbesar sapi hidup Australia dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$320 juta per tahun.

Panduan baru

Ludwig mengatakan panduan baru bagi eksportir Australia dan importir Indonesia telah diberlakukan untuk menjamin kesejahteraan hewan.

"Eksportir sekarang diwajibkan melacak hewan mereka dari sumber pasok hingga ke rumah pemotongan hewan," kata Ludwig seperti dikutip kantor berita AFP.

Ia menambahkan berbagai rumah pemotongan hewan di Indonesia akan dimonitor secara independen.
Keputusan mencabut larangan ekspor sapi hidup ini disambut baik pemerintah Indonesia.

"Pencabutan larangan ekspor ini juga untuk kebaikan Australia sendiri," kata Bayu kepada BBC Indonesia.

Ia menjelaskan Indonesia telah memiliki regulasi pemotongan hewan sejak tahun 1990-an.
Menurut Bayu ketika Australia memberlakukan larangan ekspor, periode ini dipakai pemerintah untuk melakukan evaluasi.

"Apa yang ditayangkan televisi Australia itu adalah pelanggaran dari regulasi. Dan itu kasuistik," kata Bayu.