Mission Indonesia

Karya Seni Indonesia di Louis Vuiton Paris

http://oase.kompas.com

September 21, 2011

 

PARIS, KOMPAS.com--Karya seni kontemporer  11 seniman Indonesia termasuk Garin Nugroho dengan tema Trans Figurations Mythologies Indonesiennes  dipamerkan di lantai tujuh gedung bergensi Louis Vuitton, di daerah Champs Elyeese, Paris sejak 24 Juni lalu dan berlangsung hingga 23 Oktober mendatang.

Banyak konsumen Louis Vuitton dari berbagai negara yang datang belanja dan tertarik menyaksikan pameran, ujar Magali Charmet, petugas di Espace Culturel Louis Vuitton, Paris kepada koresponden Antara London,Senin.

Tercatat sekitar 10.000 pengunjung dari berbagai bangsa yang menyaksikan pameran yang digelar gallery Louis Vuitton yang dibentuk lima tahun lalu telah mengelar sebanyak 50 pameran karya seniman dari berbagai Negara di dunia.

Dikatakannya pameran karya seniman Indonesia berhasil menarik perhatian masyarakat Perancis  dan juga seniman Perancis yang menyaksikan pameran yang terletak di lantai tujuh gedung megah Louis Vuitton yang menjual berbagai produk fashion terutama tas dan koper.

Bahkan karya kontemporer seniman Mella Jaarsman yang berjudul The Fire Eaters yang terbuat dari potongan kemasan jamu dan obat tradisional yang dijahit berbentuk celana panjang itu menghiasi salah satu etalase gedung yang menjual tas dan koper serta jam tangan dan berbagai assesori yang dikenal dengan merek LV itu.

Petugas wanita mengatakan kepada seluruh penumpang yang akan menyaksikan pameran di lantai tujuh mengingatkan bahwa lift akan gelap gulita dan penumpang dapat merasakan sensasi sebelum menyaksikan pameran kontemporer Indonesia.

Begitu sampai di lantai tujuh, seorang petugas pria mengingatkan kalau pengunjung dilarang mengambil foto, dan saat  lift terbuka terlihat pemandangan yang mengambarkan adanya kebakaran yang terjadi di sebuah gereja.

Karya seni kontemporer Ariadhitya Pramuhendra, seniman muda yang namanya mulai menanjak di tanah air, memperliatkan kursi dan altar tempat pendeta yang hangus terbakar dan juga meja tempat jemaah duduk pun hangus dimakan api.

Tidak itu saja karya seni yang berjudul The Last Crucifixion, itu juga menampilkan gambar seorang wanita yang bertelanjang dada dengan tangan terentang bagaimana Yesus yang disalip. "Sepertinya seniman ingin memperlihatkan kegalauannya," ujar Magali Charmet yang dengan senang hati menceritakan seluruh karya seni kontemporer Indonesia yang ada di galeri milik LV itu.

Menurut Magali Charmet, awalnya Louis Vuitton mengalami kesulitan untuk mendapatkan karya seni dari seniman Indonesia. "Anda tahu di sana tidak ada galeri atau  tempat yang bisa menampung karya seniman Indonesia,’ katanya.

"Terpaksa kami mencari cari dan bertanya ke berbagai seniman yang karyanya layak untuk ditampilkan dalam pameran yang digelar oleh Louis Vuitton dan mengisi pameran di galeri yang setiap lima bulan berganti ganti dari berbagai negara di dunia."

Karya seni kontemporer lainnya seperti karya  Heri Dono,  Jompi Jompet,  Agung Kurniawan dan Eko Nugroho serta karya Garin Nugroho juga dipamerkan.

Sutradara dan produser Garin Nugroho  menampilkan video presentasi yang bercerita berkisar  patung, simbol dari ibu pelindung. Karya  Transfigurasi - Indonesia Mythologies dalam pameran,  mengambarkan terjadinya perubahan di Jawa.

 

===============

 

Website Espace Culturel Louis Vuitton : http://espacelouisvuitton-paris.com/index_FR.html