Mission Indonesia

Menakertrans Minta ILO Perhatikan Buruh Migran

www.antarasumbar.com/

June 11, 2012

 

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta Badan PBB untuk Perburuhan Internasional memberikan perhatian penuh kepada buruh migran untuk menjamin perlindungan terhadap mereka.

"ILO diharapkan membuat kebijakan yang tegas kepada 184 negara-negara anggotanya sehingga mereka benar-benar menekankan dan melaksanakan aspek perlindungan bagi tenaga kerja migran. Hal ini harus menjadi perhatian khusus dan prioritas kerja ILO ke depan," kata Muhaimin dalam keterangan pers Pusat Humas Kemnakertrans di Jakarta, Senin (11/6).

Menakertrans mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Jenderal ILO Guy Ryder di sela-sela sidang International Labour Conference (ILC/Konferensi Ketenagakerjaan Internasional) ke 101 yang saat ini masih berlangsung di Jenewa, Swiss, dan masalah buruh migran merupakan salah satu yang dibahas Indonesia dalam pertemuan itu sebagai salah satu negara pengirim buruh migran yang cukup besar di Asia.

"Kami berharap kerja sama erat dengan ILO dalam penanganan perlindungan tenaga kerja migran Indonesia di negara-negara penempatan, serta pelaksanaan prinsip dasar di tempat kerja yang telah termuat dalam 8 konvensi dasar ILO," kata Muhaimin.

Indonesia, kata Muhaimin, telah meratifikasi konvensi dasar ILO yang di dalamnya memuat ketentuan penghapusan kerja paksa, kebebasan berserikat dan berunding, anti diskriminasi di lingkungan kerja dan konsultasi tripartit dan juga Konvensi internasional tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang baru saja disahkan dan diratifikasi.

"Selama ini kami telah menerapkan konvensi dasar ILO tersebut dalam ketenagakerjaan. Namun memang masih dibutuhkan asistensi, pengarahan dan pengawasan dalam kerangka pelaksanaannya lebih lanjut dari ILO," kata Muhaimin.

Dalam pertemuan khusus dengan Dirjen ILO, Menakertrans membahas empat poin utama yaitu penyusunan kerangka hukum pelaksanaan jaminan sosial, peningkatan kesempatan kerja kaum muda untuk mendorong penurunan target pengangguran menjadi sebesar 5 persen pada 2014, penanganan perlindungan tenaga kerja migran Indonesia serta pelaksanaan prinsip dasar di tempat kerja yang telah termuat dalam 8 konvensi dasar ILO.

Muhaimin juga mengundang Guy Ryder yang baru saja terpilih sebagai Dirjen ILO masa jabatan 2012-2017 agar bersedia datang ke Indonesia untuk memberikan masukan positif bagi perkembangan pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

"Pemerintah Indonesia mengajak Dirjen ILO yang baru agar kerja sama yang selama ini telah terbina baik dengan ILO Jakarta dapat ditingkatkan dalam menghadapi tugas-tugas dan masalah ketenagakerjaan yang terjadi di Indonesia," kata Muhaimin.

Konferensi Ketenagakerjaan Internasional (ILC) ke 101 berlangsung pada 30 Mei-15 Juni di Palais des Nations dan kantor pusat ILO di Jenewa, Swiss, mengusung tema "Building a future with decent work" (membangun masa depan dengan pekerjaan layak) dan dihadiri oleh perwakilan dari 184 negara yang menjadi anggota ILO. (*/jno)