Mission Indonesia

Presiden Baru UNCTAD Triyono Wibowo Diyakini Mampu Revitalisasi UNCTAD

http://news.detik.com/read/2013/09/17/031425/2360565/10/presiden-baru-unctad-triyono-wibowo-diyakini

September 17, 2013

 

Eddi Santosa - detikNews

 

Jenewa - Presiden baru UNCTAD Duta Besar Triyono Wibowo diyakini akan mampu merevitalisasi peran UNCTAD yang cenderung semakin dipinggirkan oleh kelompok negara maju.

Keyakinan itu disampaikan oleh para Wakil Tetap/Duta Besar negara-negara berkembang pada sidang ke-60 TDB di Jenewa.

Dalam menjalankan tugas selaku Presiden UNCTAD, Dubes Triyono berduet dengan Sekjen UNCTAD Dr. Mukhisa Kituyi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik Kenya.

Keyakinan dan harapan negara-negara anggota atas kepemimpinan Dubes Triyono dalam menjalankan tugasnya tidak terlepas dari pengalaman pribadi dan kiprah Dubes Triyono dalam forum-forum internasional.

Di samping itu dilihat juga keberhasilan kepemimpinan Indonesia selama ini di forum UNCTAD baik sebagai Koordinator Kelompok Asia (2008), sebagai Presiden TDB (2009), dan sebagai Ketua Kelompok G-77 dan China (2012).

Pada masa-masa kepemimpinan tersebut Indonesia selalu mengedepankan dan mendorong isu-isu pembangunan yang dihadapi negara berkembang dan dianggap berhasil menjadi bridge builder antara kepentingan negara berkembang dan negara maju.

Duta Besar/Watapri Triyono Wibowo terpilih secara aklamasi menggantikan Wakil Tetap Kazakhstan, Dubes Mukhtar Tileuberdipada pembukaan sesi sidang ke-60 TDB di Jenewa, Senin hari ini atau Selasa (17/9/2013) WIB.

Sesi ke-60 Sidang TDB yang akan berlangsung sampai dengan 27 September 2013 akan membahas berbagai isu pembangunan dalam bentuk diskusi panel dan mendiskusikan berbagai publikasi, laporan kegiatan UNCTAD termasuk laporan mengenai bantuan UNCTAD terhadap rakyat Palestina serta tindak lanjut kebijakan UNCTAD bagi pembangunan negara-negara di kawasan Afrika dan negara miskin (Least Developed Countries/LDCs).

Beberapa panelis yang telah dipastikan akan hadir adalah Menteri Perdagangan Tunisia, Menteri Pembangunan Tunisia, Menteri Perencanaan Nasional Myanmar, Sekjen ITU, Dirjen WTO, Dirjen WIPO, Executive Director ITC, serta sejumlah praktisi dan akademisi dari universitas terkemuka di dunia.

Dewan Perdagangan dan Pembangunan atau Trade and Development Board merupakan badan antar pemerintah (intergovernmental machinary) tertinggi kedua di UNCTAD setelah Konferensi yang beranggotakan 155 negara anggota.

Badan ini membahas dan menetapkan kebijakan yang terkait dengan kerjasama internasional di bidang perdagangan dan pembangunan dalam kerangka PBB.

Indonesia terakhir kali menjabat sebagai Presiden TDB pada tahun 2009 ketika dijabat oleh Dubes Dian Triansyah Djani.