| Senin, 15 Agustus 2005 MASYARAKAT
Bangsa
Indonesia sebagai sebuah negara
kepulauan di mana penduduknya meskipun berasal dari nenek moyang yang sama,
akan tetapi karena terpisah oleh lautan yang memutus hubungan mereka, telah
menyebabkan perkembangan budaya yang beragam, termasuk bahasa dan pertumbuhan
yang menyebabkan terjadi perbedaan-perbedaan hingga sekarang.
Meskipun demikian, populasi di Indonesia telah diklasifikasi
ulang, tidak terlalu merujuk asal suku mereka, tetapi lebih merujuk ke
identitas bahasa mereka disebabkan oleh perbedaan yang disebutkan sebelumnya,
ke dalam empat kelompok suku. Pengelompokan yang merujuk suku asal sangat sulit
untuk direalisasikan terkait pernikahan antara suku yang terjadi di antara
mereka. Ke empat kelompok suku tersebut adalah Melanesia (campurean antara
sub-mongoloid dan wajak), Proto-Austronesian (termasuk wajak), Polynesia dan Micronesia.
Kelompok melanesia ini dikelompokkan lagi ke Aceh di
Sumatera
Utara, Batak di Sumatera Tenggara, Minangkabau di Sumatera Barat, Sunda
di Jawa
Barat, Jawa di Jawa Tengah dan Timur, Madura di pulau Madura, Bali,
sasak di
pulau Lombok, Timor di pulau Timor. Di pulau Kalimantan
terdapat Dayak. Di pulau Sulawesi bagian utara
terdapat Minahasa di bagian tengah terdapat Toraja, dan di bagian
selatan
terdapat Makasar dan Bugis. Suku Ambon di Maluku dan Irian di Papua
tergolong Polynesia dan Proto-Austronesia. Micronesia terdapat di
pulau-pulau kecil pada
perbatasan timur Indonesia. Populasi Indonesia
berkisar 230 juta, populasi terbesar ke empat setelah Cina, India
dan Amerika Serikat. Salah satu masalah terbesar saat ini adalah tidak
meratanya penyebaran penduduk. Sebagai contoh, sekitar 62 % penduduk hidup di
pulau Jawa, yang lahan tersebut hanya merupakan 7 % dari keseluruhan wilayah
negara.
Penghuni pertama Indonesia
tercatat 500.000 tahun yang lalu, bernama pithecanthropus erectus oleh Eugene
Dubois yang menemukan fosil-fosil tersebut di beberapa tempat di pulau Jawa dan
berdekatan dengan sungai bengawan solo. Fosil tersebut ditemukan pada tahun
1891 dan tahun 1892 di desa trinil, dinamakan homo soloensis, karena ditemukan
di wajakkensis. Homo soloensis dengan karakteristik yang mirip dengan
masyarakat austro melanosoid telah menjelajah ke barat (Sumatera) dan timur
(Papua).
Pada masa 3000-500 sebelum masehi, Indonesia
telah dihuni oleh penduduk migran sub-mongoloid dari asia
yang dikemudian hari menikah dengan penduduk indigenous. Pada 1000 sebelum
masehi, pernikahan silang masih terjadi dengan penduduk migran indo-arian dari
asia-selatan, sub kontinen India.
Gelombang masuk pendatang dari India
hingga abad ke tujuh masehi membawa penyebaran agama Hindu ke seluruh
kepulauan.
Pedagang muslim dari Gujarat dan Persia
mulai mengunjungi Indonesia
pada abad ke 13 dan membuat hubungan perdagangan antara negara ini dengan India dan Persia. Bersamaan dengan berdagang,
penduduk Gujarat dan Arab juga menyebarkan
agama Islam di wilayah tersebut. Yang pertama menerima agama Islam adalah
kerajaan-kerajaan pesisir pantai, yang sebelumnya memeluk Hindu. Di Aceh, Islam diterima secara luas oleh masyarakat dengan kerajaan
Pasai dan Perlak menjadi kerajaan muslim pertama di nusantara. Pertama diterima
oleh lingkaran pengadilan, Islam menemukan jalan masuk ke komunitas pada babak
selanjutnya.
Terutama di Jawa, ?wali songo? telah memainkan peran yang sangat
penting.
Di tahun 1511, Portugis tiba di Indonesia. Kedatangan
Portugis
dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat Eropa terhadap rempah-rempah.
Kedatangan mereka diikuti Spanyol, Belanda dan Inggris. Disamping
mencari
rempah-rempah, mereka juga mempropagandakan agama Kristen. Dalam
persaingan tersebut, Belanda berhasil melakukan perdagangan monopoli
terhadap rempah-rempah di seluruh nusantara, hal tersebut merupakan
awal dari
350 tahun kolonialisme Belanda di seluruh nusantara.
Pada masa sebelum kemerdekaan, komunitas Indonesia memiliki masyarakat
pesisir yang beragam. Masing-masing kelompok terikat satu dengan lainnya oleh
rasa solidaritas dan identitas terhadap akar tanah, bahasa, seni, kultur dan
kesamaan lainnya di antara mereka. Ada
terdapat lebih 500 kelompok suku di Indonesia tersebar dari Sabang
(batas paling ujung sumatera) hingga Merauke di Papua. Komunitas Jawa merupakan
jumlah tersebar dari total penduduk Indonesia, diikuti oleh Sunda, Madura,
Minangkabau, Bugis, Batak dan Bali. Kelompok suku lainnya adalah Ambon, Dayak, Sasak, Aceh dll. Terpisah dari komunitas
asli, komunitas lainnya keturunan asing adalah China,
Arab dan India.
dan tanpa ada diskriminasi agama. Setiap warga negara harus
menghormati dan bertoleransi terhadap kepercayaan masing-masing sementara
berbagai bentuk program anti agama harus dihukum dan dilarang.
Bahasa dan dialek dipakai dalam percakapan dan tulisan di seluruh
kepulauan Indonesia, 150 hingga 250 bahasa, lazimnya dikelompokkan menurut
kelompok suku yang disebut di atas. Bahasa lokal utama di Indonesia antara lain adalah: Aceh, Batak,
Sunda, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis, Halmahera, Ambon, Irian hasa-bahasa lainnya. Di antara bahasa-bahasa
tersebut terdapat banyak dialek yang berbeda.
Bahasa nasional Indonesia
diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan bernama BAHASA
INDONESIA. Lexikon dan struktur bahasa tersebut secara pokok berdasarkan ke
bahasa melayu yang diperkaya oleh lexikon berbagai bahasa dan dialek yang
dimiliki Indonesia.
Meskipun bahasa Indonesia
dikenal sebagai bahasa pemersatu, bahasa daerah yang ada juga setara dan tidak
ada usaha dan niat untuk menghapuskan bahasa-bahasa daerah dan dialeknya. Oleh
karena itu, bagian terbesar dari negara indonesia adalah bahasa.
Pada agustus 1973, Indonesia
dan Mlaysia menandatangani sebuah kesepakatan kebudayaan mengenai ejaan Bahasa
Persatuan di Malaysia dan Bahasa Indonesia di Indonesia yang memiliki kemiripan.
Selain keragaman suku, berbagai agama dan kepercayaan dapat
ditemukan di Indonesia.
Satu dari karakteristik khusus kebudayaan Indonesia adalah penghargaan tinggi
terhadap komunitas lewat agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Terdapat lima agama, yang secara
resmi diakui di Indonesia,
mereka adalah Islam, Katholik, Protestan, Hindu dan Budha. Selain hal tersebut,
keyakinan lain juga ditemukan, terutama dalam kelompok terisolir, yang diakui
dan dinamakan kepercayaan tradisional. Menurut statistik, mayoritas penduduk Indonesia
adalah muslim. Undang undang dasar 1945 republik Indonesia, pasal 29 ayat 2 menjamin
kemerdekaan beragama. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak menganut
agama yang dipilihnya
dan tanpa ada diskriminasi agama. Setiap warga negara harus
menghormati dan bertoleransi terhadap kepercayaan masing-masing sementara
berbagai bentuk program anti agama harus dihukum dan dilarang.
Indonesia kaya akan seni dan
budaya yang saling dipengaruhi oleh agama dan tradisi kuno sejak zaman
kedatangan barat dengan ajaran barat dan nilau budaya yang dibawa oleh pedagang
portugis dan kolonial belanda. Ajaran dasar yang menjadi acuan kehidupan,
memasukkan konsep gotong royong dan musyawarah mencapai mufakat. Berasal dari
kehidupan pinggiran, kebiasaan atau hukum adat ini masih eksis dalam komunitas
kehidupan perkotaan, berbeda dari satu daerah ke daerah lain.
Pengaruh agama dalam komunitas berbeda
dari satu pulau ke pulau lainnya. Tidak seperti negara lainnya, jenis kesenian
di Indonesia tidak hanya berbasis cerita rakyat, banyak dari kesenian tersebut
yang berkembang dalam lingkup kerajaan-kerjaan terdahulu seperti di Bali dan
Jawa, dimana terdapat beberapa bagian seremoni keagamaan.
Tarian drama terkenal Jawa dan Bali adalah
turunan dari mitologi Hndu. Dipenuhi dengan hiasan serta gaya dalam gerakan dan
kostum, tarian dan drama wayang ditemani oleh sebuah kelompok musik gamelan
yang memadu xylophones, drum, instrumen dawai dan tiup. Alat musik bambu dari Jawa
Barat yang disebut angklung dimainkan bersamaan dengan pargelaran wayang oleh
dayang di bali tirai putih, di mana bayangan dari karakter dapat terlihat di
sisi lain layar, tempat penonton duduk. Kerajinan Indonesia
bervariasi dalam bentuk dan seni. Masyarakat menemukan seni oleh alam dan
mewujudkan ide-idenyam inspirasi dan pelajarannya di atas kayu, besi, tanah
lempung, pakaian dan batu. Batik adalah pakaian celupan dan ukiran lilin
terkenal dari Jawa, diproduksi juga di daerah lainnnya seperti Bali, Jambi dan Madura yang beragam dalam mewakili
kreativitas dan warna kedaerahannya. Provinsi lainnya memproduksi pakaian
anyamana tangan dipadu dengan emas dan perak, sutra atau katun dengan disain
yang rumit, seperti di Lampung, Palembang,
Makasar dan Nusa Tenggara Barat.
|